Kokohkan Tradisi Pesantren, PAC GP Ansor Kunir Adakan Pengajian Sulam Taufiq

oleh -dibaca 134 orang
Kokohkan Tradisi Pesantren, PAC GP Ansor Kunir Adakan Pengajian Sulam Taufiq
Ketua PC GP Ansor Lumajang Gus Eros saat membacakan Kitab Sulam Taufiq

NU-LUMAJANG.OR.ID, Kunir. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kunir mengadakan pengajian kitab Sulam Taufiq rutin dua minggu sekali yang dibacakan langsung oleh ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Lumajang H. Fahrur Rozi. S. Ip, S. Pd., atau yang biasa disapa Gus Eros pada Ahad malam (8/3/2020) di desa Kunir Kidul untuk mengokohkan tradisi pesantren.

Menurut Gus Eros Acara yang dihadiri oleh kader GP Ansor, pengurus ranting dan PAC GP Ansor Kunir ini merupakan tradisi yang harus dikokohkan.

“Ini mengokohkan kembali pengajian kitab yang sudah menjadi tradisi pesantren, karena sebagian kader Ansor ada juga yang bukan alumni pesantren, agar sama kualitas ilmunya antara santrinya mbah Hasyim yang mondok dan yang tidak mondok,” jelas Gus Eros.

Baca Juga:  Satgas NU Peduli Covid-19 Lumajang Prioritaskan Penanganan Pandemi di Zona Merah

Dan yang lebih penting lagi menurut Gus Eros pengajian tersebut untuk meningkatkan kualitas kader.

“Yang terpenting adalah untuk meningkatkan kualitas keagamaan mereka, penguatan spiritual dan mental dalam menghadapi kehidupan dan berorganisasi,” ungkap Gus Eros.

Kokohkan Tradisi Pesantren, PAC GP Ansor Kunir Adakan Pengajian Sulam Taufiq
Para Jamaah dengan seksama mengikuti pengaian Kitab Sulam Taufiq

Lebih lanjut Gus Eros menjelaskan jika standard minimal kader Ansor adalah memahami kitab Sulam Taufiq.

“Kitab sulam Taufiq karya Syekh Muhammad Abdullah Ba’lawi ini mudah serta sederhana difahami, semisal tentang cara Amar Ma’ruf Nahi Munkar dengan cara yang baik, tidak dengan kasar dan lain-lain, artinya ini standard minimal bagi kader NU yang merasa santrinya Mbah Hasyim harus belajar kitab ini,” lanjut Gus Eros.

Baca Juga:  Cegah Corona, Ansor Kunir Semprot Disinfektan di Daerah Rawan Penularan

Gus Eros berharap dengan pengajian ini bisa meningkatkan keilmuan para kader sehingga siap secara mental dan spiritual dalam menghadapi tantangan kedepan.

“Semoga ini bisa meningkatkan standar keilmuan dan SDM kader yang baik dan mumpuni, agar klaim kita sebagai benteng Ulama betul-betul selaras dengan perilakunya, sehingga ada kesamaan dan konsistensi Fikroh, Amaliah dan Harokah, agar siap nanti mejadi kader NU masa, siap secara mental dan spiritual,” pungkasnya.