LPBI NU Sinergi dengan DPR RI Komisi VIII Jaga Alam Lumajang

oleh -dibaca 64 orang

NU-LUMAJANG.OR.ID, Tempeh, Pengurus Cabang Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PC LPBI NU) Lumajang melaksanakan kegiatan tanam pohon di hutan Sumber Takir, pada Ahad (08/03/20).

Dalam pelaksanaan penanaman pohon tersebut, LPBI bekerjasama dengan Stakeholder pemerintahan Desa Jokarto, Pokmas (Kelompok Masyarakat), Karang Taruna, Komunitas pemuda-pemudi desa sekitar, juga anggota DPR RI Komisi VIII Bag. Agama, Sosial, Lingkungan dan Penanggulangan Bencana dari PDIP, Umar Bashor S.E.

“LPBI mempunyai harapan untuk selalu melakukan bentuk-bentuk kegiatan penanaman pohon endemik termasuk buah-buahan agar supaya pemerintahan bersama masyarakat bersinergi secara continue dan maraton,” ungkap Ketua PC LPBI, Ridwan Majid.

Baca Juga:  Sosialisasi Protokol Kesehatan, STIH Lumajang Gandeng LPBI NU di Kegiatan OPSPEK

Ia juga menambahkan, kegiatan penanaman pohon ini harus dilakukan terutama di wilayah-wilayah hutan lindung yang rawan akan bencana, hal tersebut bisa menjadi upaya pencegahan bencana.

“Kebetulan saya di anggota komisi VIII DPR RI dari fraksi PDIP yang membidangi keagamaan, sosial, lingkungan dan penanggulangan bencana. Oleh karena itu, mari kita jaga alam Lumajang, khususnya Jokarto ini agar tetap terjaga,” papar Umar Bashor dalam sambutannya.

Ia juga menyatakan bahwa salah satu cara untuk menjaga alam adalah konservasi penanaman pohon buah-buahan yang harus berkelanjutan, agar sumber mata air juga hutan Sumber Takir Desa Jokarto bisa terjaga kelestariannya.

Baca Juga:  Siapkan Kader Mandiri dan Berdaya Saing, Pengurus PAC IPNU-IPPNU Dilantik

Dalam kesempatan yang sama, Afiffudin, Kepala Desa Jokarto menyampaikan bahwa yang ditanam hari ini adalah ratusan pohon berjenis tanaman buah, seperti Durian & Petai.

“Selain menanam, ada juga acara pelepasan 30 ekor burung Tekukur (Derkuku) agar bisa hidup bebas di alam liar hutan Sumber Takir sebagai salah satu satwa yang harus dilindungi,” pungkasnya.