Respon Kisruh Jogja, Pemuda Muhammadiyah Lumajang Datangi GP Ansor

oleh -dibaca 1.070 orang
Respon Kisruh Jogja, Pemuda Muhammadiyah Lumajang Datangi GP Ansor
Gus Eros ketua GP Ansor Lumajang dan Mas Agung Ketua Pemuda Muhammadiyah Lumajang saat berjabat tangan sebagai upaya menjaga persaudaraan ditengah Polemik yang terjadi di Jogja

NU-LUMAJANG.OR.ID, Sukodono. Pengurus Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Lumajang mendatangi Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Lumajang di kantor sekretariat PC GP Ansor Lumajang Jl. Musi no. 9 Sumberejo Sukodono pada Kamis (5/3/2020) sebagai respon kisruh yang terjadi di Yogyakarta.

Hadir pada pertemuan tersebut seluruh jajaran PC GP Ansor Lumajang dan ketua PD Pemuda Muhammadiyah Lumajang, Agus Rahmat Setyabudi, S.E beserta jajarannya.

Kejadian penolakan perayaan Harlah NU di Masjid Kauman Yogyakarta oleh oknum yang mengatas namakan pemuda Muhammadiyah Kauman menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini di media sosial.

Baca Juga:  Luar Biasa 1000 Banser Ikuti Apel Kebangsaan

Berangkat dari hal itu, Ketua PC GP Ansor Lumajang H. Fahrur Rozi. S. Ip, S. Pd., menjelaskan dalam pertemuan tersebut bahwa NU dan Muhammadiyah satu Persepsi.

“NU dan Muhammadiyah punya satu Persepsi yang sama terkait dengan kebangsaan dan keindonesiaan, kami satu suara, kami satu keyakinan terkait kebangsaan dan mempertahankan NKRI,” ungkap ketua Ansor yang biasa disapa Gur Eros Ini.

Gus Eros juga menuturkan keragaman dan kebersamaan NU dan Muhammadiyah ini jangan dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.Respon Kisruh Jogja, Pemuda Muhammadiyah Lumajang Datangi GP Ansor

“Jangan sampai keragaman yang kami yakini ini diganggu oleh oknum-oknum yang akan merusak, artinya pakunya Islam di Indonesia ini adalah NU dan Muhammadiyah,” jelasnya.

Baca Juga:  PAC GP Ansor Senduro Gelar Konferensi, Rofiul Ulum Terpilih

Gus Eros berharap agar masalah ini tidak merembet ke daerah lainnya dan pengurus pusat bisa menyelesaikannya dengan baik.

“Harapan dari NU dan Muhammadiyah Lumajang hal ini tidak merembet ke daerah lain, dan kami berdua meyakini dan ini pesan untuk pengurus pusat mohon segera diselesaikan polemik di Jogja, dan mohon oknum yang mencabik-cabik kebersamaan NU dan Muhammadiyah ditindak tegas, dicari sampai keakar-akarnya,” pungkasnya.