Inilah Sembilan Program Unggulan PC Fatayat NU Lumajang Terlantik

oleh -dibaca 203 orang
Inilah Sembilan Program Unggulan PC Fatayat NU Lumajang Terlantik

NU-LUMAJANG.OR.ID, Lumajang. Ketua Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Lumajang, Lailatul Qodriyah menyampaikan 9 program Unggulannya dalam acara pelantikan PC Fatayat Lumajang yang baru di Pendopo Arya Wiraraja pada hari Ahad (1/3/2020).

Lailatul Qodriyah, atau yang biasa disapa neng Laila ini menuturkan sembilan program ini merupakan program yang wajib dilakukan.

“Sembilan program unggulan fatayat atau Tis’u Himmat ini wajib dilakukan dan termanage dengan baik,” jelas Neng Laila.

Lebih lanjut Neng Laila menjelaskan satu persatu program tersebut dengan rinci.

Yang pertama adalah Asyifa, yaitu ajang potensi fatayat dibidang membenahi struktur disemua tingkatan sehehingga jalannya organisasi bisa masif. Yang kedua adalah Sejuk, yaitu sejuta kader fatayat NU, dengan menciptakan kader militan Fatayat. Ketiga adalah Gafantara, yaitu gerakan sehat fatayat dan santri nusantara, targetnya bisa membuat sehat dilingkungan terkecil dan lingkungan sekitar,” jelas Neng Laila.

Baca Juga:  Banser dan Fatayat NU Sememu Gelar Bersih-bersih Sungai

Neng Laila melanjutkan keterangannya menjelaskan program-program yang telah disusun.

“Yang keempat,  E – Yasmin, yang mengcover sahabat yang hobi UMKM dan bidang ekonomi. Yang kelima adalah Poling, yaitu pondok konseling yang dibidangi ahli advokasi. Keenam adalah Mekar, yaitu mendampingi perempuan yang menjadi kepala keluarga, tapi bukan berarti single parent,” ungkap Neng Laila yang juga legislator Jatim ini.

Program lainnya yang disampaikan Neng Laila adalah mencetak Da’i perempuan.

Baca Juga:  Instruksi PCNU: Stop Sementara Tahlilan dan Liburkan Pesantren, Santri Pulang Tak Pakai Angkutan Umum

“Yang ketuju Seribu satu diva, yaitu mencetak seribu dai, banyak di ranting-ranting yang potensi, tetapi tidak termanage dengan baik, maka program ini mengcover hal itu, yang kedelapan adalah Potret, yaitu peta potensi perempuan, dan yang kesembilan Pusaka, yaitu Pusat kajian dan info fatayat, ini lebih dibidang IT, ” terang Neng Laila.

Menurut Neng Laila program tersebut bisa lancar dan sukses jika terbangun kerjasama dengan baik.

“Program ini tidak akan lancar jika tidak bersinergi dengan yang lainnya, baik dari PCNU, Banom-Banom dan Lembaga NU lainnya juga dengan Lembaga Konsultasi, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A),” pungkas Neng Laila.