Ustad Adi Hidayat Menuduh Hadits Keutamaan Rajab ini Palsu, Begini Penjelasannya

oleh -dibaca 293 orang
Ustad Adi Hidayat Menuduh Hadits Keutamaan Rajab ini Palsu, Begini Penjelasannya

nu-lumajang.or.id – Bagi Ustadz Adi Hidayat, hadits yang menarangkan keutamaan Rajab yang dia baca itu merupakan hadits palsu. Sedangkan bagi Syaikhul Islam Ibnu Hajar al- Haitami( w. 974 H) hadits tersebut bukan palsu, tetapi dha’ if.

(وَسُئِلَ) نَفَعَ اللَّهُ بِهِ عَنْ حَدِيث … إلى قوله :وَحَدِيثِ «مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنْ رَجَبٍ كَانَ كَصِيَامِ شَهْرٍ، وَمَنْ صَامَ مِنْهُ سَبْعَةَ أَيَّامٍ أُغْلِقَتْ عَنْهُ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ السَّبْعَةُ وَمَنْ صَامَ مِنْهُ ثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ، وَمَنْ صَامَ مِنْهُ عَشَرَةَ أَيَّامٍ بُدِّلَتْ سَيِّئَاتُهُ حَسَنَاتٍ» هَلْ هِيَ مَوْضُوعَةٌ أَمْ لَا؟ (فَأَجَابَ) بِقَوْلِهِ لَيْسَتْ مَوْضُوعَةً بَلْ ضَعِيفَةٌ فَتَجُوز رِوَايَتُهَا وَالْعَمَلُ بِهَا فِي الْفَضَائِلِ. الفتاوى الفقهية الكبرى (2/ 86

Dia( Ibnu Hajar)– mudah- mudahan Allah membagikan kemanfaatan buat dia– ditanya tentang hadits( salah satunya):“ Barangsiapa berpuasa satu hari di bulan Rajab, seolah ia berpuasa satu bulan. Barangsiapa berpuasa 7 hari, 7 pintu neraka Jahanam dikunci untuknya. Barangsiapa berpuasa 8 hari, 8 pintu surga dibuka untuknya. Barangsiapa berpuasa 10 hari, keburukannya ditukar dengan kebaikan.”

Hadits- hadits itu palsu ataupun tidak?

Imam Ibnu Hajar menanggapi,“ Hadits- hadits itu tidak palsu( maudhu’), tetapi lemah( dha’ if). Hingga periawayatan serta pengamalannya boleh buat ibadah- ibadah tambahan( fadhail al- a’ mal).( al- Fatawa al- Fiqhiyyah al- Kubra, Vol 2, 86)

Baca Juga:  Minta Ke Penghuni Kubur? Banyak Ustadz Salafi yang Salah

Syaikh Ibnu Hajar meningkatkan, orang yang mengingkari pengamalan Puasa Rajab sebab haditsnya dha’ if merupakan orang bodoh yang tertipu.

وَقَدْ تَقَرَّرَ أَنَّ الْحَدِيثَ الضَّعِيفَ وَالْمُرْسَلَ وَالْمُنْقَطِعَ وَالْمُعْضِلَ، وَالْمَوْقُوفَ يُعْمَلُ بِهَا فِي فَضَائِلِ الْأَعْمَالِ إجْمَاعًا وَلَا شَكَّ أَنَّ صَوْمَ رَجَبٍ مِنْ فَضَائِلِ الْأَعْمَالِ فَيُكْتَفَى فِيهِ بِالْأَحَادِيثِ الضَّعِيفَةِ وَنَحْوِهَا وَلَا يُنْكِرُ ذَلِكَ إلَّا جَاهِلٌ مَغْرُورٌ. الفتاوى الفقهية الكبرى (2/ 54)

“ Bisa ditetapkan kalau hadits dha’ if, mursal, munqathi’, mu’ dhal, serta mauquf, sesuai kesepakatan para ulama bisa diamalkan pada ibadah- ibadah tambahan( fadhail al- a’ mal). Tidak diragukan kalau Puasa Rajab tercantum ibadah- ibadah tambahan, hingga pengamalannya cukup bersumber pada hadits- hadits dha’ if serta sejenisnya. Orang yang mengingkari perihal itu merupakan orang bodoh yang tertipu.”( al- Fatawa al- Kubra, Vol 2, 54)

Kedua, Ustadz Adi Hidayat menarangkan kalau salah satu segi kepalsuan hadits tersebut merupakan“ dari segi akal sehat tidak masuk”. Dia katakan,“ Jika telah ketahui dengan puasa Rajab dibebaskan dari neraka serta sudah dibukakan pintu surga, buat apa puasa Ramadhan?”

Statment dia ini malah yang aneh. Bukankah tiap ibadah memiliki keutamaan tertentu, tetapi tidak terdapat ulama yang kemudian menarangkan,“ Keutamaan itu tidak masuk akal, sebab nanti orang cuma mengamalkan ibadah itu serta tidak ingin mengamalkan yang lain.” Haji mabrur balasannya yaitu surga. Tetapi tidak ada seseorang muslim juga yang lalu memiliki keyakinan:“ Lumayan ibadah haji saja, tidak harus shalat, toh telah dijanjikan surga.”

Baca Juga:  Minta Ke Penghuni Kubur? Banyak Ustadz Salafi yang Salah

Keutamaan luar biasa dari suatu ibadah ringan, tidak jadi salah satunya ciri kalau hadits tersebut palsu.“ Ibadah ringan” tetapi mempunyai keutamaan besar, ialah dibukakan pintu surga yang jumlahnya 8 buah, salah satunya dipaparkan dalam hadits shahih dalam Shahih Muslim berikut ini:

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ – أَوْ فَيُسْبِغُ – الْوَضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ . صحيح مسلم (1/ 209)

” Bukanlah salah seseorang di antara kamu berwudlu, kemudian mengantarkan wudlunya ataupun menyempurnakan wudlunya setelah itu ia membaca doa– yang maksudnya– Saya bersaksi kalau tidak terdapat Tuhan yang berhak disembah tidak hanya Allah, serta kalau Muhammad merupakan hamba serta utusan- Nya melainkan pintu surga yang 8 hendak dibukakan untuknya. Ia masuk dari pintu manapun yang ia kehendaki.( HR Muslim, Vol 1, 209)

Wallahu a’ lam

By: SantriPesisir

dishare oleh: Faris Khoirul Anam