Jauh-jauh dari Banyuwangi 40 Orang ini Datangi PCNU Lumajang dengan Sepeda Ontel

oleh -dibaca 243 orang
Jauh-jauh dari Banyuwangi 40 Orang ini Datangi PCNU Lumajang dengan Sepeda Ontel

NU-LUMAJANG.OR.ID, Sukodono. Sekitar 40 orang terdiri dari 32 laki-laki dan 8 orang perempuan warga gunung Salakan Tumpang Pitu Banyuwangi tiba di gedung PCNU di Jl. Musi No. 9 Sumberejo Sukodono Lumajang pada hari Ahad (16/2/ 2020) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kedatangan warga yang mengatasnamakan warga peduli lingkungan Banyuwangi ini disambut oleh ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Lumajang Abdul Majid Ridlwan, pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gusdurian Lumajang.

Acara dilanjutkan dengan diskusi yang dipimpin oleh M. Rizki dimulai dengan tema diskusi lingkungan dan kebencanaan dan diawali dengan berdo’a bersama.

Salah satu perwakilan warga bernama pak Mad menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PCNU Lumajang dan menceritakan maksud kedatangannya.

“Kami berterima kasih sekali disambut di PCNU Lumajang selaku warga gunung Salakan Tumpang Pitu Banyuwangi, mulai dari hari jum’at kemarin kami mengadakan aksi damai ngontel sepeda menuju kantor Gubernur menolak perusakan gunung Salakan yang rencananya ditambang emasnya,” jelas Pak Mad.

Baca Juga:  PCNU dan Jatman Lumajang Rayakan Isro' Mi'raj dan Harlah

Pak Mad juga menceritakan dampak yang terjadi akibat pertambangan di gunung sebelah desanya.

“Seperti gunung Tumpang Pitu sebelah desa kami yang sudah groak dan kemarin sempat terdampak banjir yang membawa lumpur, dan kini mrembet di gunung Salakan Tumpang Pitu desa kami yang rencananya akan di bongkar untuk tambang emas, maka jangan pula ini sampai terjadi di wilayah lainnya termasuk Lumajang,” himbau Pak Mad.Jauh-jauh dari Banyuwangi 40 Orang ini Datangi PCNU Lumajang dengan Sepeda Ontel

Pak Mad juga menjelaskan akibat-akibat lain yang menimbulkan kerugian besar kepada masyarakat sekitar lokasi pertambangan.

“Karena ini sangat merusak lingkungan dan pasti menimbulkan bencana yang besar, seperti kami saat ini, sumur-sumur sudah kotor dan gak jernih lagi serta kering sebab krisis kekurangan air bersih. Karena gunung merupakan sumber penghidupan warga beserta ekosistem yang ada,” imbuhnya.

Baca Juga:  PCNU Lumajang Akan Gandeng BPJS Kesehatan

Dilain kesempatan Ridwan selaku ketua LPBI NU menyampaikan permohonan maaf dan apresiasinya atas perjuangan warga dari Banyuwangi tersebut.

“Kami mohon maaf atas penyambutan yang apa adanya, dan mohon maaf apabila ada kekurangan dan keterbatasan, dan kami juga mohon maaf bahwa pengurus PCNU tidak bisa turut hadir karena ada kegiatan lain dan semoga apa yang dicita-citakan warga dalam memperjuangkan lingkungannya dalam mencegah adanya bencana kerusakan alam di Banyuwangi dapat terkabul,” pungkas Ridwan

Pada Senin (17/2/2020) pagi tadi, rombongan ontel warga Banyuwangi ini berangkat melanjutkan perjalanan menuju Surabaya untuk menemui Gubernur Jawa Timur.Jauh-jauh dari Banyuwangi 40 Orang ini Datangi PCNU Lumajang dengan Sepeda Ontel