Ketua NU: Semua Lembaga di Bawah Ma’arif Wajib Pakai Tartila

oleh -

NU-LUMAJANG.OR.ID, Lumajang, Ketua PCNU hadiri Konfercab JQH (Jam’iyyah Qurra’ wal Huffadz) di pondok pesantren Raudlatul Qur’an Pulosari, pada Ahad (16/02/20).

Ketua PCNU, yang akrab disebut Gus Mas’ud menyampaikan bahwa Jam’iyyah Qurra’ wal Huffadz selama lima tahun terkahir telah berhasil memakmurkan Lumajang dengan Al-Qur’an. Lebih dari 40 titik di setiap kecamatan di Lumajang rutin mengadakan Khotmil Qur’an.

“Jam’iyyah Qurra’ wal Huffadz memiliki pengajaran Al-Qur’an dengan metode tartila. Oleh karena itu, kami tegaskan bahwa seluruh sekolah yang berada di bawah lembaga LP Ma’arif NU wajib melakukan pengajaran Al-Qur’an dengan metode tartila,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pengurus JQH NU Randuagung Resmi Dilantik

Ketua PCNU menjelaskan bahwa sudah melakukan komunikasi dengan Dinas Pendidikan terkait kerja sama mengembangkan metode tartila dalam program Sekolah Mengaji. Maka kemudian bagi pengurus yang akan datang harus menindaklanjuti dengan MoU (Memorandum of Understanding).

“Para pengajar yang telah dididik untuk mengembangkan metode tartila di Lumajang telah mencapai angka 70 dan menuju 100. Oleh karena itu, sangat memungkinkan untuk melakukan kerja sama dengan seluruh sekolah dan TPQ di Lumajang,” paparnya.

Baca Juga:  Tim Tartila Lumajang Ikuti TOT Nasional Jakarta

Gus Mas’ud berharap pada tiap kecamatan di Lumajang, ada kampung Al-Qur’an. Di mana para masyarakatnya tidak segan mengadakan acara tentang Al-Qur’an, tidak buta huruf Al-Qur’an dan menerapkan metode Tartila.

“Jangan ragu menggunakan metode Tartila. Karena metode ini sanadnya jelas dan pengajarnya adalah orang-orang yang terlatih,” tuturnya.