Kiai Hamid: JQH NU dikira Aliran Baru

oleh -dibaca 212 orang
Kiai Hamid: JQH NU dikira Aliran Baru
Kiai Abdul Hamid Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Quran Citrodiwangsan Lumajang saat memberikan sambutan dalam acara Konfercab ke-3 JQH NU, Ahaf, 16 Februari 2020. (Sumber Foto: Sufyan Arif)

NU-LUMAJANG.OR.ID, Lumajang. Pengasuh Pon Pes Raudlatul Qur’an Pulosari sekaligus tuan rumah Konferensi Cabang ke-III Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz Nahdlatul Ulama (KONFERCAB III JQH NU) Lumajang, Kiai Hamid Al-Hafidz menyampaikan dalam sambutannya pada hari Ahad (16/2/2020) di acara tersebut bahwa masyarakat sekitar mengira JQH NU adalah aliran baru.

“Masyarakat sini banyak yang tidak mengenal JQH NU, masyarakat mengira JQH NU adalah suatu aliran,” terang kiai Hamid.

Baca Juga:  KH. Saifullah Ma'shum : Al-Qur'an Sebagai Solusi Meminimalisir Dampak Negatif Handphone

Kiai yang juga masuk dalam jajaran Majlis Ilmi JQH NU Lumajang ini, menyampaikan bahwa hal itu berangkat dari pernah adanya aliran sesat di daerah tersebut.

“Hal ini berangkat dari pernah adanya aliran sesat didaerah sini, saya menjelaskan bahwa JQH NU bukanlah suatu aliran apapun, JQH NU itu tempat berkumpulnya para huffadz dan qurro’ dan ahli qur’an yg lain, dan ini milik NU, insyaallah sae,” jelas kiyai Hamid.

Baca Juga:  Kuatkan Karakter, Tim Tartila Berikan Sanad kepada 76 Guru Binaanya

Kiai Hamid juga menjelaskan, bahwa suatu daerah bisa aman dari segala musibah jika masih banyak para penghafal Al-Qur’an.

“Selama di dunia ini masih banyak penghafal Quran, InsyaAllah tidak akan terjadi Qiyamat, di Lumajang ini aman, semeru tidak pernah batuk, itu ya sebab para Hafidz Hafidzah ini,” pungkas Kiai Hamid