Kiai Hamid: JQH NU dikira Aliran Baru

oleh -
Kiai Hamid: JQH NU dikira Aliran Baru
Kiai Abdul Hamid Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Quran Citrodiwangsan Lumajang saat memberikan sambutan dalam acara Konfercab ke-3 JQH NU, Ahaf, 16 Februari 2020. (Sumber Foto: Sufyan Arif)

NU-LUMAJANG.OR.ID, Lumajang. Pengasuh Pon Pes Raudlatul Qur’an Pulosari sekaligus tuan rumah Konferensi Cabang ke-III Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz Nahdlatul Ulama (KONFERCAB III JQH NU) Lumajang, Kiai Hamid Al-Hafidz menyampaikan dalam sambutannya pada hari Ahad (16/2/2020) di acara tersebut bahwa masyarakat sekitar mengira JQH NU adalah aliran baru.

“Masyarakat sini banyak yang tidak mengenal JQH NU, masyarakat mengira JQH NU adalah suatu aliran,” terang kiai Hamid.

Kiai yang juga masuk dalam jajaran Majlis Ilmi JQH NU Lumajang ini, menyampaikan bahwa hal itu berangkat dari pernah adanya aliran sesat di daerah tersebut.

Baca Juga:  Terapkan Metode Tartila di Lembaga Pendidikan, JQH NU Tandatangani MoU dengan Dinas Pendidikan Lumajang

“Hal ini berangkat dari pernah adanya aliran sesat didaerah sini, saya menjelaskan bahwa JQH NU bukanlah suatu aliran apapun, JQH NU itu tempat berkumpulnya para huffadz dan qurro’ dan ahli qur’an yg lain, dan ini milik NU, insyaallah sae,” jelas kiyai Hamid.

Kiai Hamid juga menjelaskan, bahwa suatu daerah bisa aman dari segala musibah jika masih banyak para penghafal Al-Qur’an.

Baca Juga:  Konfercab, Ini Pesan Ketua Fatayat NU Kepada Penggantinya

“Selama di dunia ini masih banyak penghafal Quran, InsyaAllah tidak akan terjadi Qiyamat, di Lumajang ini aman, semeru tidak pernah batuk, itu ya sebab para Hafidz Hafidzah ini,” pungkas Kiai Hamid