Kuatkan Karakter, Tim Tartila Berikan Sanad kepada 76 Guru Binaanya

oleh -dibaca 212 orang

NU-LUMAJANG.OR.ID, Sukodono. Jam’iyyatul Qurra’ Wal Huffadz Nahdlatul Ulama’ (JQH NU) Lumajang, melalui tim pengembangan metode cepat baca Al-Qur’an Tartila memberikan Sanad metode Tartila kepada 76 guru binaannya pada hari Sabtu (8/2/2020) di Aula Gedung PC NU Lumajang Jl. Musi, no 9 Sumberejo, Kec. Sukodono, Kab. Lumajang

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur tim tartila, ketua tim beserta jajarannya, dan para guru binaan.

Menurut Ketua tim pengembangan metode Tartila, Ustadz Widi Susanto, pemberian sanad tersebut sebagai bentuk penguatan karakter para guru binaannya.

“Acara ini kami laksanakan, untuk memperkuat karakter para guru binaan kami, dengan memberikan mereka sanad metode Tartila,” jelas Widi.

Baca Juga:  Tim Tartila Lumajang Ikuti TOT Nasional Jakarta

Widi juga mengungkapkan, selain pemberian sanad, acara tersebut juga digelar untuk menjalin silaturrahmi dan memberikan surat keputusan (SK) resmi sebagai guru Tartila kepada para guru binaan.

“Acara ini juga untuk menjalin silaturrahmi dan pemberian SK kepada seluruh guru binaan kami,” ungkap Widi.

Lebih lanjut, Widi juga menjelaskan perekrutan guru Tartila merupakan program kerja tim Tartila, mengingat tingginya animo lembaga-lembaga pendidikan yang ingin meneken kerjasama.

“Sesuai dengan program tim, kami akan terus merekrut dan memberi pelatihan metode
Tartila kepada guru-guru ngaji sesuai kebutuhan, karena banyak sekali lembaga-lembaga pendidikan yang ingin MoU dengan kami, sehingga membutuhkan lebih banyak lagi guru Tartila,” jelas Widi yang juga seorang Qori’ ini.

Baca Juga:  LTM dan JQH Akan Gelar Pelatihan Imam Khotib Se-Lumajang

Widi berharap, dengan semakin banyaknya tenaga pengajar metode Tartila, metode resmi milik JQH NU ini semakin berkembang luas dan bisa digunakan oleh masyarakat khususnya warga NU.

“Kami berharap dengan semakin banyaknya guru binaan kami, metode Tartila dapat berkembang luas dan bisa dinikmati masyarakat khusunya warga Nahdliyyin,” pungkas Widi.