KH. Marzuki Mustamar: Negara Aswaja Itu Indonesia

oleh -dibaca 159 orang
KH Marzuki Mustamar Negara Aswaja Itu Indonesia

NU-LUMAJANG.OR.IDLumajang, Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar, berpesan untuk menjaga NU di Indonesia dalam sambutannya pada acara Hari Lahir (Harlah) ke-72 Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Pulosari, Citrodiwangsan, pada Ahad (26/01/20).

KH. Marzuki Mustamar mengungkapkan bahwa hanya di Indonesia, Allah mengirimkan Walisongo yang terdiri dari anak cucu Rasulullah untuk menyebarkan ajaran Aswaja.

“Ulama-ulama Indonesia dahulu banyak yang belajar di Makkah. Namun pada tahun 1923 terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh kaum Wahabi, Ahlussunnah Waljama’ah dihabisi, banyak Ulama’ dibunuh, makam para wali dan sahabat digusur dan banyak kitab dibakar,” jelasnya.

Baca Juga:  Guz Reza: Jangan Koyak Persatuan Hanya karena Masalah Salam

Ketua PWNU tersebut menambahkan, bahwa beruntungnya sebelum prahara tersebut terjadi, santri-santri Indonesia antara lain Syaikhona Kholil Bagkalan, Kiai Hasan Genggong, Kiai Hasani Sidogiri dan lainnya telah mempelajari Ahlussunnah Waljama’ah secara keseluruhan.

“Para Kiai tersebut berhasil membawa kitab-kitab Aswaja yang asli dan belum dipalsukan ke Indonesia. Sehingga, jika ada yang tanya di mana negara Aswaja itu? Ya di Indonesia”, tuturnya.

Beliau mengajak seluruh warga NU untuk berkomitmen menjaga NU dengan cara menjaga NKRI. Karena NKRI harga mati. Jika NKRI utuh, maka Aswaja akan tetap ada. Namun jika NKRI runtuh, maka Aswaja pun juga akan tiada.

Baca Juga:  KH. Marzuki Mustamar: NU itu Benar, Sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadits Shahih

“Maulid Nabi bisa diperingati secara besar-besaran hanya di Indonesia. Haul Manaqib Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani bisa dilaksanakan beramai-ramai hanya di Indonesia. Shalawatan dihadiri ribuan jama’ah dengan aman pun hanya bisa dilaksanakan di Indonesia,” imbuhnya.

Maka Ketua PWNU tersebut berpesan kepada seluruh warga NU, untuk menjaga keutuhan NKRI demi berlangsungnya ajaran Aswaja di Indonesia.


Pewarta: Zahrotul Farodis Diana
Editor: Redaksi