Ketua PWNU Jawa Timur: Dua Hal ini Harus Diwujudkan NU Lumajang

oleh -dibaca 87 orang
Ketua PWNU Jawa Timur: Dua Hal ini Haru Diwujudkan NU Lumajang

NU-LUMAJANG.OR.ID – Lumajang, Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar, menyampaikan dua hal penting pada sambutannya dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-72 Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Pulosari, Citrodiwangsan, pada Ahad (26/01/20).

KH. Marzuki Mustamar meminta semua warga NU harus periksa dan berobat di Rumah Sakit NU. Karena di Rumah Sakit NU, para Dokter dan Perawatnya sudah dipastikan adalah warga NU.

“Kalau Rumah Sakit NU, dijamin Dokter dan Perawatnya NU. Pasien akan dituntun untuk berwirid, maka akhirnya akan Khusnul Khotimah. Sekarang di Lumajang hanya ada Klinik, dua tahun yang akan datang harus sudah mendirikan Rumah Sakit,” tuturnya.

Ketua PWNU Jatim mencontohkan Rumah Sakit NU yang ada di Kabupaten Malang. Bahwa salah satu pegawainya adalah seorang Kiai yang tugasnya mengontrol pasien untuk membimbing ibadah sholat. Jadi begitu nanti akhirnya dipanggil meghadap Allah, tidak punya tanggungan sholat.

Baca Juga:  Kiai Hayid: Puasa Rojab 3 Hari dapat menghindarkan dari Virus Corona

“Oleh karena itu, berobat di Rumah Sakit NU pilihannya ada dua, yaitu pulang sehat atau pulang dengan khusnul khotimah. Selain dituntun untuk beribadah, di Rumah Sakit NU ke-Halal-an makanan dan kesucian terjamin, karena pegawainya adalah orang-orang yang sudah mengerti hukum”, imbuhnya.

KH. Marzuki Mustamar juga menjelaskan bahwa selain kesehatan, NU juga harus menciptakan sekolah-sekolah unggulan untuk mencetak generasi-generasi NU yang unggul.

“Kalau NU punya sekolah yang unggul dan favorit, maka orang-orang di luar NU pun akan menyekolahkan anaknya di sekolah NU,” tambahnya.

Baca Juga:  Sambut Hari Santri 2020, DPD Hipsi Lumajang Akan Gelar Ajang Santripreneur Award

Ketua PWNU menambahkan, bahwa pendidikan sangat penting. Karena zaman sekarang, orang kaya-kaya akan menyekolahkan ke anaknya ke sekolah unggul dan favorit, meski tidak tahu apa ideologi di sekolah tersebut.

“Jadi jika NU mampu menciptakan sekolah unggul mulai jenjang SD sampai SMA, dapat dipastikan orang-orang kaya, orang-orang awam, akan menyekolahkan anaknya di lembaga NU, meski orang tuanya bukan NU. Nanti akan tercipta lingkungan dosen NU, guru-guru NU dan tenaga ahli NU”, tuturnya.

KH. Marzuki Mustamar menekankan bahwa kedua hal tersebut, yakni kesehatan menuju khusnul khotimah dan pendidikan yang unggul harus diperhatikan dan segera diwujudkan.


Pewarta: Zahrotul Farodis Diana
Editor: Redaksi