Ponpes Putri Kyai Syarifuddin Awali Tahun Baru dengan Uji Publik dan Wisuda Khotmil Kutub

oleh -dibaca 191 orang
Pondok-Pesantren-Putri-Kyai-Syarifuddin-Awali-Tahun-Baru-dengan-Uji--Publik-dan-Wisuda-Khotmil-Kutub
Salah satu Santri Peserta Uji Publik sedang di dampingi oleh orangtuanya, Rabu 01/01/2020

NU-LUMAJANG.OR.IDKedungjajang, Pondok Pesantren Putri Kyai Syarifuddin menggelar Uji Publik dan Khotmil Kutub yang ketiga di Gedung MTs. Syarifuddin pada Rabu (01/01/2020).

Menurut Dewi, Koordinator Pengurus Tarbiyah wa Ta’lim (TWT), bahwa tujuan diadakannya Uji Publik pembacaan kitab ini sebagai syarat kenaikan kelas santriwati ke jenjang kitab selanjutnya.

Dewi juga menjelaskan bahwa santriwati yang menjadi peserta uji publik adalah mereka yang terpilih berdasarkan penilaian guru Dauroh Pagi, dan menguasai materi kitab sesuai silabus yang telah ditentukan pondok pesantren.

Koordinator TWT itu mengatakan bahwa dalam uji publik tersebut terdapat lima majelis dengan kitab yang berbeda-beda, yakni kitab Sullam at-Taufiq, Kasyifatus Saja, Syarah Sulam at-Taufiq, Taqrib dan Fathul Qarib. Pada masing- masing majelis, disertakan dua Dewan Mushohhih yang bertugas menilai peserta.

Baca Juga:  Ulul Albab Kirim 12 Peserta pada Makesta Raya, ini Harapan Pengasuhnya

“Ketika ujian berlangsung, masing-masing santriwati membaca kitab dengan didampingi oleh kedua orang tua di samping kanan dan kiri. Peserta dengan nilai terbaik kemudian diuji ulang saat penutupan oleh Majelis Pembina,” imbuh Dewi.

Dewi menjabarkan jumlah peserta uji publik, yakni sebanyak 62 wisudawati, antara lain 13 wisudawati kitab Sullam at-Taufiq, 15 wisudawati kitab Kasyifatus Saja, 17 wisudawati kitab Syarah Sullam at-Taufiq, 9 wisudawati kitab Taqrib, dan 8 wisudawati kitab Fathul Qorib.

“Semua wisudawati dapat melanjutkan ke kelas mengaji kitab selanjutnya. Harapannya, semoga di tahun ini dapat mewisuda santriwati yang menempuh Kitab Fathul Mu’in”, pungkas Dewi.

Baca Juga:  Klinik Kesehatan NU Teken MOU Bersama 3 Lembaga

Salah satu Dewan Mushohhih Kitab Sullam at-Taufiq, Ustadz Aziz, mengatakan bahwa Uji publik ini sangat bagus untuk melatih mental santri, juga untuk menguji seberapa jauh pemahaman tentang kitab yang dipelajarinya.

“Di sisi lain, ada beberapa santriwati yang masih terlihat gugup. Kendati demikian, semuanya cukup menginspirasi dan membanggakan kedua orang tua yang turut hadir,” kata Aziz.

Sementara menurut salah satu peserta Uji Publik Kitab Fathul Qarib, Ainun mengatakan uji publik ini sangat menantang, banyak yang harus dipersiapkan.

“Apalagi, disaksikan oleh kedua orang tua secara langsung. Selain materi, yang harus dipersiapkan adalah mental,” kata Ainun.


Pewarta: Zahrotul Farodis Diana
Editor: Redaksi