Gus Mas’ud: Mengadzani Bayi Baru Lahir Ada Dalilnya, Bukan Bid’ah!

oleh -dibaca 301 orang

NU-LUMAJANG.OR.ID, Senduro. Dalam gelaran Lailatul Ijtima’ yang diselenggarakan Pengurus Ranting NU Pandansari Senduro di Masjid As-Syafi’iyyah Pandansari pada Hari Kamis (26/12/2019), Ketua Tanfidziyah PC NU Lumajang, Gus Mas’ud memberikan ceramah terkait mengazdani bayi yang baru lahir.

Dalam ceramahnya, Gus Mas’ud menyinggung salah satu pendapat ustadz yang sering tampil dilayar kaca TV tentang mengadzani bayi yang baru lahir.

“Ustadz ini mengatakan jika mengadzani bayi yang baru lahir itu tidak ada dalilnya,” terang Gus Mas’ud.

Lebih lanjut, Gus Mas’ud menyangkal itu semua, dan memaparkan dalil tentang mengadzani bayi yang baru lahir.

“Saya menemukan sebuah Hadits didalam kitab Sunan Abu Dawud, Hadits ke 444:

عن عبيد الله بن أبى رافع عن أبيه قال رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم أذن فى أذن الحسن بن علي حين ولدته فاطمة بالصلاة (سنن أبي داود رقم 444)

Dari Ubaidillah bin Abi Rafi’ r.a Dari ayahnya, ia berkata: aku melihat Rasulullah saw mengumandangkan adzan di telinga Husain bin Ali ketika Siti Fatimah melahirkannya (yakni) dengan adzan shalat. (Sunan Abu Dawud: 444),” jelas Gus Mas’ud.

Baca Juga:  Kiai Afifudin Jelaskan Ke Mall Tak dilarang, Jumatan Gak Boleh

Gus Mas’ud lantas menjelaskan Hadits tersebut dengan berdasarkan argumen yang disandarkan kepada pendapat para Ulama’.

“Kanjeng Nabi mengadzani bayi dengan adzan seperti adzan solat apakah beliau mengajak jama’ah solat? Tidak. Itu artinya apa, artinya setiap kumandang adzan solat belum tentu untuk memanggil orang untuk solat. Berarti Adzan juga bermakna do’a,” ungkap Gus Mas’ud.

Gus Mas’ud yang juga merupakan Alumni Pon Pes Salafiyah Syafi’iyyah Sukorejo Situbondo ini juga menceritakan tentang Karomah Kiai As’ad terkait Adzan.

“Didepan ndalem Kiai As’ad ada musholla besar, yang adzan itu pasti dua orang, duet atau saut-sautan sampai sekarang. Suati hari Kiai As’ad bepergian, santri merubah adzan yang diperintah Kiai As’ad menjadi adzan satu kali, setelah itu langsung terjadi kebakaran di asrama putra. Saat Kiai As’ad datang beliau langsung memarahi santri tersebut dan beliau mengatakan jika adzan yang pertama adalah untuk panggilan solat, dan adzan yang kedua untuk do’a,” terang Gus Mas’ud dengan sesekali mengguraui jama’ah.

Baca Juga:  PC LDNU Lumajang Ajak Umat Islam Tempeh Istiqomah

Gus Mas’ud juga menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan adzan ini.

“Para Ulama’ Imam Mujjtahid melihat, bahwa hadits ini ada, kenapa kanjeng Nabi mengadzani cucunya yang baru lahir? Itu karena cucu beliau baru pindah alam, dan akan mengarungi perjalanan jauh dalam kehidupan dunia. Oleh karena itu perlu dibekali, pertama dengan do’a, ya adzan itu. Dan ini oleh para Ulama’ diqiyaskan, setiap orang yang akan bepergian jauh maka juga diadzani, berangkat umroh diadzani, berangkat haji diadzani, berangkat kealam barzakh juga diadzani,” pungkas Gus Mas’ud.


Pewarta: Sufyan Arif
Editor: Redaksi