Lesbumi dan LDNU Lumajang Kembali Gelar Dzikir Budaya

oleh -dibaca 39 orang

NU-LUMAJANG.OR.ID, Sukodono -Lembaga Seni dan Budaya Musim Indonesar (Lesbumi) dan Lembaga Dawkwah Nahdlatul ulama (LDNU) kembali menggelar dzikir budaya di area komplek pemakaman Situs Biting di Desa Kuternon Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang, Jumat (13/12/19).

Hadir dalam acara ini, pengurus Lesbumi dan LDNU Lumajang, tokoh masyarakat setempat, serta warga sekitar Situs Biting. Bahkan para Jemaah dzikir budaya mengikuti semua prosesi kegiatan hingga tuntas.

Apalagi dalam acara yang kesekian kalinya ini, Lesbumi dan LDNU menampilkan berbagai kesenian Islam. Mulai dari pembacaan gebyar sholawat dari sejumlah kelompok di kecamatan Sukodono dan diakhiri dengan pembacaan asrqol dengan diiringi musik Al Banjari.

Baca Juga:  Lesbumi NU: Dzikir Budaya untuk Netralisir Makam Keramat

“Ya tujuannya, agar warga NU senang dengan kegiatan dzikir. Sehingga Lesbumi dan LDNU mengemasnya dengan tradisi budaya yang ada. Alhamdulillah, warga menerima model dakwah yang demikian,” Ungkap ketua LDNU Lumajang Kiai Wahib, saat di temui di lokasi acara.

Kedua lembaga ini juga mendatangkan penceramah dalam kegiatan tersebut. Untuk kali in, Wakil ketua Syuriah Ahmad Qusairi hadir dalam acara dzikir budaya tersebut. Bahkan Kyai muda ini juga memberikan arahan pada para jemaah dengan memperbanyak ingat Allah.

“Manusia yang hanya berpatokan pada akal akan tersesat. Sedangkan manusia yang berfokus pada dzikir saja akan terlalu tenang,” tambahnya.

Baca Juga:  LDNU dan LESBUMI Gelar Dzikir Budaya di Makam Sayyid Abdurrahman Situs Biting

Maka dari itu, Wakil ketua Syuriah ini mengajak pada semua masyarakat dan warga NU Lumajang pada umumnya segera melakukan konsolidasi akal dan dzikir. Sehingga ada sinergitas antara akal dan keimanannya.

“Kami ingin mewujudkan kemistri antara akal dan Dziki,” terangnya.

Disamping pula, kegiatan di komplek pemakaman Situs Biting ini ada makam penyebar agama Islam pertama di tanah jawa, Habib Abdurrahman Asyaibani. berkat berokah dan karomahnya, warga NU Lumajang meningkatkan kedekatan kepada Allah dan Rosulnya.

“Momuntum dzikir budaya hanyalah sebagai wasilah (penyambung) dalam meningkatkan ketakwaaan pada Allah SWT,” tutupnya.

Klinik NU Lumajang