Mengaku Khilaf, Ustadz Yasir Mustajab Minta Maaf ke PCNU Lumajang

oleh -dibaca 5.250 orang
Gus Yasir Mustajab hadir ke PCNU Lumajang untuk meminta maaf Ke PCNU Lumajang atas pernyataannya tentang Islam Nusantara yang membolehkan sholat dengan menggunakan bahasa daerah, Kamis 12/12/2019.

NU-LUMAJANG.OR.ID, Sukodono. Polemik Video Ustadz Yasir Mustajab terkait dugaan pelecehan Islam Nusantara yang membolehkan sholat dengan bahasa terjemah, serta fitnah pada Ketua PBNU Kyai Said Aqil siraj daan wakil Presiden Kyai Ma’ruf Amin berakhir klimaks. Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam Ba Komplang ini meminta maaf pada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lumajang, dikantor PCNU setempat, Kamis (12/19). Karena apa yang telah diucapkan salah besar hingga menyakiti warga Nahdiyyin.

Hadir dalam pertemuan permintaan maaf laki-laki yang biasa dipanggil Gus Yasir ini, jajaran pengurus Syuriah, tanfidziyah dan Ketua Lembaga dan badan otonom. Sedangkan Gus Yasir hanya didampingi beberapa teman dan santrinya.

“Kami meminta ampun kepada Allah SWT dan memohon maaf pada PCNU Lumajang. Karena ucapannya yang menyebar di media sosial itu telah menyakiti warga NU,” ungkapnya dihadapan para pengurus NU Lumajang.

Baca Juga:  PMII Cabang Lumajang Kecam Keras Aksi Brutal Penembakan di Masjid New Zealand

Apa yang telah dilakukan dengan tersebarnya konten video yang melecehkan Islam nusantra, Kyai Said Aqil Siraj dan Kyai ma’ruf Amin murni khilaf. Karena dia mendapatkan informasi tentang Islam Nusantara yang membolehkan Sholat dengan bacaan terjemah hanya dari media sosial.

“Kami mendapatkan informasi islam nusantara yang memperbolehkan pembacaan sholat dengan terjamah bahasa ini dari akun media sosial youtube. Ternyata informasi yang di media soial ini sesat,” terangnya.

Atas perbuatan khilaf yang diperbuatnnya itu, dia membuat penyataan yang berisi peryataannya di vidio itu dicabut. Karena Isinya tidak benar. Bahkan dalam pernyataan bermatrai ini, juga dibadikan dalam video.

Baca Juga:  PC GP Ansor Lumajang Ikut Aksi Akbar Dukung Polres Tuntaskan Kasus Money Game

 

“Kami berjanji tak akan mengulang kesalahan tersebut. Bahkan kami akan memberikan penjelasan tentang islam nusantara dengan benar pada jamaah kami, alumni dan semua elemen masyarakat disekitar pondok kami,” kilahnya.

Atas pemerintaan maaaf ini, sejumlah pengurus yang menemui Gus Yasir langsung memaafkan. Meski sebelumnya, sempat terjadi perdebatan alot tentang unggahan yang melecehkan simbol tokoh NU tersebut.

“Hasil rapat ini, perwakilan pengurus memaafkan pada Gus Yasir. Meski keputusan tindak lanjutnya terkait persoalan ini, menunggu keputusan dari Syuriah NU lumajang,” pungkasnya.


Pewarta: Achmad
Editor: Redaksi