Pak Syamsul, Darimu Kami Belajar

oleh -dibaca 170 orang

Drs. Syamsul Huda, M.Pd, orang Lumajang mengenalnya dengan panggilan akrab Pak Syamsul.  Putra daerah kelahiran 01 Januari 1960 ini dilahirkan dan dibesarkan dari pasangan Bp. Moh. Sujak (Almarhum) dan Ibu Masichiyah (Almarhum).

Ayah beliau adalah seorang pejuang tangguh yang konsisten dengan garis perjuangan Nahdlatul Ulama, kerasnya perjuangan yang dijalani keluarga ini membentuk karekter putra beliau Syamsul Huda sebagai sosok yang tangguh, tegas, visioner dan konsisten, terutama dalam ideologi, lihai dan mudah bersosialisasi dengan pihak manapun.

Penampilan beliau dengan berkumis tebal dan gaya bicara yang selalu semangat, ceria serta optimis membuat mudah dikenal dan mudah diingat, meskipun kumis tebal tersebut sempat sirna sejenak akibat kemoterapi yang beliau jalani pada saat melawan kanker ganas yang pernah menyerang tubuhnya.  Kemenangan beliau dalam melawan penyakit tersebut menjadikan spirit tersendiri untuk menjadikan hidup ini penuh syukur dan jauh lebih berkualitas.

Pak Syamsul Huda

Bapak tiga orang anak ini adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendidikan Kebupaten Lumajang.  Beliau pernah menjabat sebagai Kepala SMP N Randuagung (1990 – 2000), Kepala SMP N 1 Tempeh (2002 – 2003), Kepala SMP N 1 Sukdono (2003 – 2004), Manager Sekolah Unggulan Terpadu Lumajang (2005 – 2007), Kepala Kantor Pemuda dan Olah Raga (2008-2009), Trainer AIBEP (Australia Indonesia Basic Education Program) Depdiknas RI (2009 – 2010), Asesor BAP (Badan Akreditasi Propinsi ) Jawa Timur dan pengawas SMP-SMA.

Dengan didampingi sang istri Yuliati, beliau membangun karir dalam dunia pendidikan yang dibuktikan dengan diraihnya penghargaan sebagai juara I Pengawas Berprestasi Tk. SMP Se-Kabupaten Lumajang pada tahun 2013. Tidak hanya itu, ia juga aktif sebagai nara sumber dalam berbagai event workshop pendidikan, beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Lumajang pada tahun 2007 – 2012 dan pada tahun yang sama beliau juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Cabang Lumajang dan ketua BMPS (Badan Musyawarah Perguruan Swasta) kabupaten Lumajang.  Semenjak tahun 2017 beliau juga menjabat sebagai ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) kabupaten Lumajang.

Baca Juga:  Kiai Hayid: Puasa Rojab 3 Hari dapat menghindarkan dari Virus Corona

Sebagai aktivis organisasi, beliau juga membangun karir organisasinya semenjak tahun 1978 sebagai pengurus IPNU dan terus berlanjut sebagai pengurus PMII IKIP Malang pada tahun 1981 – 1984.  Dari pengalaman oraganisasi tersebut kemudian beliau dipercaya untuk memimpin Gerakan Pemuda Ansor Cabang Lumajang tepatnya pada tahun 1997 – 2002 dan berlanjut sebagai pengurus cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Lumajang.  Konferensi NU Cabang Lumajang tahun 2012 memberikan amanah kepada beliau sebagai Ketua PCNU Kabupaten Lumajang hingga akhir tahun 2017.

Selama menjabat sebagai ketua PCNU, beliau telah cukup banyak berbuat untuk membangun NU Lumajang sebagaimana yang bisa dilihat.  Rintisan RSNU bersama dengan berkembangnya Klinik NU adalah bukti nyata hasil kerja keras PCNU dalam kepemimpinan beliau.  Kini NU Lumajang telah memiliki sebidang tanah senilai hampir satu milyar rupiah untuk pembangunan RSNU meskipun masih belum sepenuhnya terbayar lunas.

Pembangunan lantai I RSNU senilai satu milyar rupiah telah rampung diwujudkan seiring dengan bertambahnya asset lainnya seperti mobil APV sebagai kendaraan operasional organisasi, mobil ambulan dua buah, sepeda motor operasional klinik NU serta sepeda operasional untuk PCNU dan MWCNU se-Kabupaten Lumajang sebanyak 22 unit.  Prestasi PCNU Lumajang dalam kepemimpinan beliau juga terbaca di level provinsi sebagai PCNU terbaik ke-empat setelah Blitar, Magetan dan Banyuwangi.

Baca Juga:  Ketua PCNU : Percayakan Kepada Pihak yang Berwenang!

Tidak berhenti hingga sini, beliau juga memiliki semangat tinggi dalam mewujudkan cita-cita besar beliau untuk kejayaan NU Lumajang dengan merencakan kelanjutan pembangunan gedung RSNU, meningkatkan prestasi dalam kancah NU Award berikutnya, membangun perguruan tinggi NU dan lain sebagainya.

Segudang jasa dan prestasi telah beliau torehkan sebagai  puncak dari sejarah kehidupan beliau dalam usia 58 tahun. Ya, semua mengamini beliau sebagai kader terbaik NU. Rabu tanggal 24 Mei 2017 dalam jabatan beliau sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lumajang, beliau dipanggil oleh Allah SWT. Beliau menghembuskan nafas terakhir di Malang seusai menghadiri penganugerahan gelar guru besar bagi Rais ‘Am PBNU Prof. KH. Amin Ma’ruf di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.  PCNU Lumajang berduka. Dari beliau kita semua belajar gigih, dari beliau pula kita belajar menghargai proses. Semua berdoa, semoga seribu Syamsul Huda akan muncul untuk melanjutkan perjuangan panjang organisasi.  Semoga perjuangan serta amal ibadahnya diterima di sisi Allah swt dan segala khilaf serta dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT._Oed