Guz Reza: Jangan Koyak Persatuan Hanya karena Masalah Salam

oleh -dibaca 114 orang

NU-LUMAJANG.OR.ID – Lumajang . Dr KH Reza Ahmad Zahid, LC. MA merespon masalah salam semua agama yang dilarang oleh MUI Jatim yang kini sedang viral.

Ketua Rabithoh Maahid Islamiyah PWNU Jatim ini menilai mempersoalkam salam, hanya dapat mengkoyakkan persatuan yang sudah lama terbangun.

“Jangan koyakkan persatuan hanya karena masalah salam. Persatuan adalah masalah yang lebih aslah dan lebih anfak untuk diutamakan,” ungkap Gus Reza saat menyampaikan ceramah di Pendopo Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa, 12/11/2019.

Baca Juga:  Ratusan Pelayat Hantar Kyai Sulthon Fatoni Ke Makam Jogoyudan Lumajang

Pengasuh Pesantren Al Mahrusiyah Lirboyo Kediri itu mengatakan sangat setuju dengan apa yang dawuhkan masyayih di PWNU Jatim.

“Para masyayih PWNU Jatim menyampaikan sah-sah saja mengucapkan salam semua agama asal hatinya bisa membedakan dia muslim atau non muslim, sah saja kalau disitu ada kemaslahatan,” jelasnya.

Gus Reza menceritakan bahwa dirinya pernah ke Yaman, Syiria dan Mesir. Di negara tersebut jika mereka bertemu dengan temannya yang muslim dan non muslim mereka mengucapkan Assalamualaikum.

Baca Juga:  Biografi KH Anas Mahfudz, Pendiri NU Lumajang

“Mungkin akan lebih fasih dari jenengan semua dalam pengucapannya. Dalam segi pakaian mereka (non muslim) pakai jubah mungkin lebih ngalim dari panjengan dari segi penampilan, mereka jika bertemu dengan temannya yang non muslim mengucapkan assalamualaikum,” lanjutnya.

Makanya, lanjut Gus Reza, tidak usah dipermasalahkan karena salam sudah menjadi public religius term.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita mengambil kemaslahatan dari interaksi kita ditengah masyarakat yang majemuk,” pungkasnya.

Pewarta: Qosim
Editor: Redaksi