Majukan Pendidikan Alquran, Tartila Lumajang Teken MoU dengan SDN Citrodiwangsan 1

oleh -dibaca 246 orang
Majukan Pendidikan Alquran, Tartila Lumajang Teken MoU dengan SDN Citrodiwangsan 1
Sumber Foto, FB Tartila Kabupaten Lumajang

NU-LUMAJANG.OR.ID, Lumajang, – Metode belajar Alquran dengan menggunakan metode Tartila di Kabupaten Lumajang semakin digemari oleh masyarakat di lingkungan pendidikan. Tidak hanya banyak digunakan di pendidikan non formal, lembaga pendidikan formal pun menggunakan Metode Tartila sebagai metode belajar Alquran.

Kali ini, Tim Tartila Lumajang mengadakan teken Nota Kesepahaman (MoU) dengan SD Negeri Citrodiwangsan 1 pada Senin, 4 November 2019 di sekolah setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut ketua PCNU kab Lumajang Gus Mas’ud, M. Ag, ketua Jam’iyah Qurra wal Huffadz (JQH) NU Kabupaten Lumajang KH. Moh Darwis M. Pd, Pengawas PAI Kab Lumajang dan jajaran guru SD setempat.

Baca Juga:  Terapkan Metode Tartila di Lembaga Pendidikan, JQH NU Tandatangani MoU dengan Dinas Pendidikan Lumajang

Ketua Tartila Kabupaten Lumajang, Ustadz Widhi Susanto mengatakan ada beberapa poin yang tertuang dalam MoU yang telah disepakati.

“Salah satunya adalah kerja sama terkait program Gerakan Sekolah Mengaji (GSM) untuk seluruh siswa yang nanti akan ditangani oleh Ustad-Ustadzah Alquran dari Tim Tartila”, jelasnya.

Kualitas Ustad-Utadzah Tartila menurut Widhi tidak perlu diragukan, sudah lolos standarisasi dari Jam’iyatul Qurro wal Huffadz Kabupaten Lumajang.

“Kesepakatan lainnya yang tertulis adalah Tim Tartila akan menangani Program Pengembangan ke Alquranan, yang meliputi tartil, Tilawah, Tahfidz, menulis Khot dan Keagamaan,” tambah Widhi.

Baca Juga:  KH. Mohammad Darwis : Pengurus Baru Diharap Mampu Melanjutkan Perjuangan

Dengan adanya kerjasama ini, total sudah ada 5 Lembaga pendidikan Formal yang telah ditangani oleh Tim Tartila Lumajang.

“Kalau lembaga non Formal seperti Madin dan TPQ, sudah banyak yang menggunakan. Ada 56 TPQ yang resmi menggunakan Metode Tartila,”  jlentrehnya.

“Bulan ini bahkan ada sekitar 25 lembaga, termasuk MI yang sudah siap melakukan MoU dengan Tim Tartila,” imbuhnya.

Widhi juga berharap lembaga yang ada di bawah naungan NU bisa menggunakan Metode Tartila dalam belajar Alquran, karena Tartila merupakan Metode Al-quran satu-satunya yang lahir dari rahim NU Jawa Timur.


Pewarta: Qosim
Editor: Redaksi