Santri Dominasi Peserta Workshop Edukasi di Pondok Pesantren Miftahul Ulum

oleh -dibaca 93 orang
Santri Dominasi Peserta Workshop Edukasi di Pondok Pesantren Miftahul Ulum

NU-LUMAJANG.OR.IDJatiroto – Ratusan peserta mendaftar Workshop edukasi di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Desa Banyuputih Kidul Kecamatan Jatiroto Kabupaten Lumajang, Sabtu (02/11/19). Dari sekian ratus peserta, santri mendominasi ikut kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama (LBM NU) Lumajang tersebut.

Menurut Ketua Panitia Zainal Abidin, kegiatan merupakan rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) di Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Lumajang.

“Selain pula juga sebagai ajang silaturahmi antara warga NU Lumajang serta meningaktakan pengetahuan tentang mengatasi mudu’iyah,” ungkapnya.

Laki-laki yang biasa dipangggil Ustad Zainal ini menjelaskan, acara Workshop dengan tema Meningkatkan Daya Kritis Santri; Teori Mudah dan Cepat Mencari referensi Bahtsul Masail ini terus dibanjiri peserta. Mereka datang dari berbagai pondok pesantren di kabupaten Lumajang dan di luar Lumajang. Bahkan ada pula peserta datang dari pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Lumajang.

Baca Juga:  LKNU-LPBI Lakukan Sosialiasi Covid-19 pada Santri Miftahul Ulum Bakid

“Ada 220 pendaftar dalam acara kegiatan workshop tersebut. Dari ratusan peserta ini, 20 persen diantaranya dari MWC NU se-Lumajang. Ini mengartikan, peserat didominasi para santri,” ungkapnya.

Padahal sebenarnya, panitia memprioritasnya peserta dari MWC NU Lumajang. Karena mereka yang selalu bersinggungan dengan persoalan-persoalan umat. Maka mereka butuh pendalaman-pendalaman tentang masalah Agama.

Baca Juga:  Klinik Kesehatan NU Teken MOU Bersama 3 Lembaga

“MWC ini menyampaikan alasan atas ketidakhadirnya dalam acara workshop tersebut. Mulai masih mencarikan orang yang bisa datang. Hingga beberapa MWC diantaranya belum menjawab undangan,” lanjutnya.

Pihak panitia akan terus mendorong pengurus MWC NU mengutus perwakilannya dalam acara tersebut. Karena kegiatan ini sangat penting sebagai metode dalam menjawab persoalan-persoalan umat islam ke kekinian. Mengingat Workshop akan digelar pada hari Ahad (03/11/19).

“Metode ini sangat membantu sekali dalam menjawab masalah-masalah yang dihadapi masyarakat,” pungkasnya.


Pewarta: Achmad
Editor: Redaksi