LDNU dan warga Kembali Gelar Tradisi Dzikir Budaya

oleh -dibaca 46 orang

NU-LUMAJANG OR.ID – Sukodono –Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Lumajang bersama Ranting NU desa Kuterenon Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang kembali menggelar tardisi Dzikir Budaya di makam Sayyid Abdurrahman Asyaibani desa setemapat, Kamis (01/11/19).

Hadir dalam acara yang biasa digelar setiap malam Jum’at Kliwon ini, pengurus LDNU Lumajang Kiai Wahib, Pengurus Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesai (Lesbumi, Pengurus Majelis Wakil cabang (MWC) NU Sukodono, Pengurus Ranting NU Desa Kuterenon, Tokoh Masyarakat, Forkopimka dan Kepala Desa dan puluhan warga sekitar.

Menurut Ketua LDNU Lumajang Kiai Wahib, acara ini dimulai sekiat pukul 19:00 malam. Berbagai macam acara di gelar dalam trasisi Dzikir Budaya tersebut. Mulai pembacaan sholawat nabi, yang diiring dengan alunan musik Al-Banjari serta alunan pembacaan tahalil.

Baca Juga:  Bupati Lumajang: Pesantren Menjadi Solusi Pendidikan Ditengah Pandemi

“Kita mendoakan para leluhur kita di komplek makam situs Biting tersebut. Karena di makam itu, ada makam Habib Abdurrah Syaibani, Penyebar Islam pertama di Pulau Jawa,” uangkapnya.

Guna mengenang jasanya para leleuhur ini, LDNU dan sejumlah elemen lainnya selalu menggelar tradisi Dzkir Budaya. Untuk yang bulan ini sudah yang kesekian lainnya.

Baca Juga:  Cek Kepastian Dua Makam Tiban, LESBUMI Gandeng Dinas Pariwisata

“Alhamdulillah, Animo Masyarakat sekitar makin tinggi. Sehingga banyak warga ikut terlibat dalam kegiatan tersebut,” timpalnya.

Karena bertepan dengan bulan maulid Nabi Muhammad SAW, LDNU juga meneyempatkan ceramah tentang kelahiran Nabi Akhir zaman tersebut. Pasalnya, berkat ajaran nabi ini, Islam mebawa pesan Rahmatal Lilil Alamin.

“Maka kita sebagai umat Islam harus mentauladani Nabi Muhammad SAW. Karena kehadiran Nabi ke bumi ini hanya untuk menyempurnakan Ahlak. Salah satunya bentuk penghormatan itu, kita merayakan kelahiran nabi tersebut,” pungkasnya.

Pewarta : Arif

Editor : Faid