Bekerja Sama dengan SMKN Klakah, MWC NU Gelar Sholat Istisqo’

oleh -dibaca 265 orang
Bekerja Sama dengan SMKN Klakah, MWC NU Gelar Sholat Istisqo

NU-LUMAJANG.OR.ID – Klakah – Ratusan Siswa dan dewan Guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Klakah bersama sejumlah pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama menggelar Sholat Istisqo’ di halaman sekolah setempat, Jum’at (01/11/19).

Kegiatan sholat istisqo’ ini dimulai jam tujuh pagi. Kiai Nur Husen menjadi imam dan khotib dalam sholat Minta hujan ini. Sejumlah dewan guru dan dan para Siswa SMKN Klakah sangat khusuk mengikuti sholat tersebut.

Menurut Wakil Ketua Tanfidziyah MWC NU Klakah H. Nur Husen, S.Pd, acara yang dilakukan pada pagi hari ini, berangkat dari keprihatinan musibah musim kemarau yang tak kunjung usai. Sehingga menyebabkan kekeringan di mana-mana. Bahkan sejumlah wilayah di Kecamatan Klakah ini juga mengalami krisis air bersih.

Baca Juga:  Peringati Hari Santri, MWC NU Senduro Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 99,9 Meter

“Dengan sholat istisqo’ ini, Kita meminta pada Allah SWT segera hilangkan musibah kemarau panjang. Sehingga hujan bisa turun,” ungkapnya, saat ditemui usai melakukan sholat minta hujan.

Akibat kemarau panjang ini, dua danau di kecamatan Klakah pun, Ranu Klakah dan Ranu pakis, mengalami penyusutan. Sehingga berdampak pada pengairan irigasi di beberapa desa di Kecamatan Klakah.

“MWC NU berharap, Allah mengambulkan permohonan dari para jamaah sholat istisqo’ ini. Karena musim kemarau telah membawa banyak bencana,” tuturnya.

Baca Juga:  MWC NU Klakah - Upzisnu Mlawang Gelar Istighotsah dan Santunan Anak Yatim

Bahkan musim kemarau juga menyembabkan sejumlah titik lokasi di Gunung Lemongan kecamatan Klakah Lumajang terbakar. Karena banyak rerimbunan dan hutan savana mengering.

“Terkena percikan api sedikit saja, sebagian hutan di Gunung Lemongan juga terbakar, akibat hutan kering,” jalasnya.

MWC NU Kecamatan Klakah mengajak semua umat Islam di kecamatan Klakah menggelar sholat minta hujan. Terutama pada jajaran pengurus NU, Baik MWC maupun Ranting NU.

“Tentu Lembaga maupun Badan Otonom (Banom) harus juga terlibat menyelenggarakan sholat minta hujan. Sehingga musibah kemarau cepat diangkat dari muka bumi,” pungkasnya.


Pewarta: Ahmad
Editor: Redaksi