Peringati HSN, Lesbumi dan Lakpesdam NU Gelar Halaqah Kebangsaan

oleh -dibaca 34 orang

Lumajang – Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (LESBUMI) dan Lembaga Kajian Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) Cabang NU Lumajang mengelar Halaqah Kebangsaan di Pendopo Kabupaten Lumajang, Rabu (23/10/19). Kegiatan ini dilakukan, merupakan rangkaian dari Hari Santri Nasional (HSN) ke Lima.

Hadir dalam acara halaqah ini, Ketua PCNU Lumajang Gus Mas’ud, Jajaran Wakil Ketua, Pengurus Lembagga, Badan Otonom, Muslimat, Fatayat, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Anggota DPRD Lumajang, dan sejumlah elemen lainnya.

Menurut Ketua Lesbumi Lumajang, Darmawan Setia Budi, Halaqah Kebangsaan ini sengaja digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional di Lumajang. Maka dari itu, panitia menghadirkan dua narasumber, Prof. Dr. KH Agus Suyoto dari Ketua Lebumi Pengurus Besar Nahdaltul Ulama (PBNU) dan DR. Ahmad Ginanjar Sya’ban, Lc, Direktur Utama Aswajah Center Jakarta.

Baca Juga:  Lesbumi NU: Dzikir Budaya untuk Netralisir Makam Keramat

” Mendatangkan kedua tokoh ini, untuk memberikan pemahaman akan asal usul lahirnya Hari Santri 22 Oktober tersebut. Karena penetapan HSN ini bukan tanpa sejarah, tapi titik tonggak perjuangan NU dalam kemerdekaan Ripublik Indonesia,” Ungkapnya.

Tak hanya itu, dua narasumber ini juga menjelaskan tentang sejarah Lumajang dalam peranannya di Islam Nusantara. Karena Lumajang dengan kerajaan tigang juru merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit. Pada era Lumajang kono ini, Islam mulai muncul.

” Bahkan menurut Kyai Agus Suyoto, agama Islam tertua ditanah Jawa ini berasal dari Lumajang. Temuan ini mementahkan buku sejarah lama, jika Islam tertua di jawa ini bukan di Lumajang,” lanjutnya.

Baca Juga:  BTPNS Bersama Lakpesdam NU Lumajang Berikan Dua Tandon Air di Daerah Sulit Air

Disamping juga, Kedua tokoh NU ini juga memberikan pencerahan akan peran santri dalam kemerdekaan Republik Indonesai. NU salalu hadir dan terlibat dalam proses kemerdekaan tersebut. Maka tak salah NU terus mempertahankan NKRI.

” Namun sayang, selama ini NU terus dihilangkan dari peta sejarah perjuangan kemerdekan, Hari Santri Nasional ini kebangkitan para santri,” timpalnya.

Rencananya kegiatan ini akan terus dilakukan setiap tahunnya. karena halaqah ini menjadi ajang forum ilmiah dalam memberikan pencerahan dari para tokoh-tokoh NU.

” Disamping pula, halaqah ini juga menjadi ajang silaturahmi sesama kader NU,” tutur Ketua Lakpesdam NU, Mohmmad Farid.