MWC NU Yosowilangun Rayakan Malam Hari Santri dengan Khitmad dan Sederhana

oleh -dibaca 62 orang
MWC NU Yosowilangun Rayakan Malam Hari Santri Nasional dengan Khitmad dan Sederhana
Forkopimcam Yosowilangun dan MWC NU melantunkan Lagu Ya Lal Wathan dalam perayaan malam Hari Santri Nasional 2019 di Gedung MWC NU Yosowiloangun, Senin, 21/10.

NU-LUMAJANG.OR.ID, Yosowilangun – Hampir seluruh wilayah di kabupaten Lumajang memperingati rangkaian Hari Santri Nasional sangat semarak, tak terkecuali di gedung MWCNU Yosowilangun, yang melakukan malam perayaan Hari Santri Nasional 2019, pada Senin malam, 21 Oktober 2019.

Acara yang di hadiri 150 orang berlangsung sederhana serta hikmad terdiri dari jajaran pengurus MWC NU, Pengurus Ranting NU se-Yosowangun, PAC Banom Lembaga se-Yosowilangun dan jajaran Forkopimcam(Camat, Kapolsek dan Danramil 0821/11 Yosowilangun).

Seperti biasa acara di awali berkirim do’a istighosah dan baca’an yasin tahlil kepada para muassis NU dan para santri yang syuhada’ gugur dalam perang kemerdekaan.

Baca Juga:  Sejumlah Masyayih Menjenguk Kyai Saiful Anam

Semua hadirin bersama-sama berdiri menyanyikan lagu kebangsaan indonesia raya, syubbanul Wathon dan Gema lagu hari santri di gedung MWC NU yosowilangun yang sangat kompak saat dinyanyikan oleh gabungan Fatayat juga Muslimat.

MWC-NU-Yosowilangun-Rayakan-Malam-Hari-Santri-Nasional-dengan-Khitmad-dan-Sederhana
Tim Paduan Suara yang terdiri dari Fatayat dan Muslimat NU Yosowilangun

Dalam Sambutannya ketua MWC NU Yosowilangun, KH Abdurrahim mengatakan bahwa kegiatan melaksanakan perayaan malam hari Santri Nasional merupakan instruksi dari PCNU Lumajang.

“Alhamdulillah malam ini perayaan Hari Santri Nasional 2019 MWC NU Yosowilangun berlangsung sederhana dan hikmat,” ungkapnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Kapolsek Yosowilangun, Aiptu Suhari.

Baca Juga:  PAC Fatayat NU Yosowilangun Gelar Konferensi Secara Sederhana

Kapolsek menyampaikan Edaran dan instruksi kapolda jatim dan kapolres Lumajang. Selain menyampaikan tentang tema Hari Santri dari kementerian Agama, “Santri Indonesia untuk perdamaian dunia” , Suhari juga menyampaikan 9 poin penting.

“Dunia Pesantren merupakan laboratorium dalam perekat pemersatu bangsa,” kata Suhari dalam sekilas pidatonya.

Kemudian sambutan diteruskan oleh juga dari bapak Camat dan dari perwakilan koramil.

Kemudian tausiah cerita perjuangan fatwa resolusi jihad 22 oktober 1945 yang dikeluarkan Hadratussyeh Mbah KH. Hasyim Asy’ari, disampaikan oleh wakil Rois Syuriah Yosowilangun KH.Syafa’at.


Pewarta: Majid
Editor: Redaksi

Klinik NU Lumajang