Lesbumi NU: Dzikir Budaya untuk Netralisir Makam Keramat

oleh -dibaca 236 orang
Lesbumi NU: Dzikir Budaya untuk Netralisir Makam Keramat
Acara Dzikir Budaya yang diselenggarakan oleh Lesbumi di Situs Biting Sukodono Lumajang

NU-LUMAJANG.OR.ID, Sukodono – Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (LESBUMI NU) Lumajang dan Lembaga Dakwah NU Lumajang menggelar acara yang bertajuk “Dzikir Budaya” disitus makam Arya Wiraraja desa Biting kecamatan Sukodono Lumajang, Sabtu malam, (27/9).

Acara yang turut dihadiri para Tokoh NU Lumajang, pejabat setempat dan aparat kepolisian ini telah diselenggarakan 3 kali dan menjadi program Bulanan yang rutin diselenggarakan oleh LESBUMI NU Lumajang setiap Jum’at Kliwon malam Sabtu disitus bersejarah itu.

Menurut ketua LESBUMI NU Lumajang, Dermawan Setiabudi S.Pd, acara Dzikir Budaya tersebut diselengarakan atas dasar menghidupkan dan melestarikan Budaya disitus bersejarah dan mengantisipasi hal-hal negatif.

“Dzikir Budaya itu diselenggarakan karena bertujuan ngurip-ngurip budaya dan menetralisir penggunaan Makam Keramat untuk kebutuhan-kebutuhan negatif”, kata Dermawan.

Baca Juga:  LDNU Lumajang Menggelar Santunan Anak Yatim Piatu

Karena menurut informasi masyarakat setempat, lanjut Dermawan dimakam Sayyid Abdurrahman Basyaiban yang berada di baratnya makam Raja Arya Wiraraja sering digunakan oleh anak-anak muda dan orang-orang yang kurang bertanggung jawab untuk mencari wangsit semacam togel dan hal-hal yang tidak diperkenankan lainnya, bukan malah mencari keberkahan.

Rangkaian acara Dzikir Budaya ini dimulai Jum’at Kliwon Pagi dengan Khotmil Qur’an oleh penduduk setempat hingga sore, dan dilanjut Solawatan dan Dzikiran bersama ba’da Isya’.

”Dengan adanya rangkaian acara ini, masyarakat semakin peduli terhadap makam para leluhurnya,” lanjut Dermawan Setiabudi yang juga seorang guru Seni Budaya di MA Putri Nurul Masyithah Lumajang.

Acara Dzikir Budaya ini juga melibatkan para penduduk setempat dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang jauh-jauh hari dibentuk Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Baca Juga:  Kyai Said Aqil Siradj Kunjungi Makam Arya Wiraraja

“Kami dari PC LESBUMI NU dalam menyelenggarakan Dzikir Budaya ini juga berkoordinasi dengan masyarakat, pemangku makam dan POKDARWIS yang telah dibentuk oleh Pemkab Lumajang”, imbuhnya.

Dengan sinergitas tersebut, Dermawan berharap, hal-hal negatif yang sering terjadi bisa dihilangkan, dan budaya Ziarah kemakam yang menjadi ciri khas amaliyyah warga Nahdliyyin semakin kuat dan semakin terjaga disini.

“Dan yang pasti dengan ngopeni situs bersejarah di Biting ini, wisata budaya di kabupaten Lumajang semakin ramai dikunjungi wisatawan dan bisa mendongkrak perekonomian Masyarakat,” tambahnya.

Langkah LESBUMI NU Lumajang sangatlah tepat, mengingat situs bersejarah di desa Biting ini termasuk salah satu peninggalan bersejarah yang sangat penting untuk dilestarikan Sehingga perlu perhatian khusus.


Pewarta: Sufyan Arif
Editor: Redaksi