Lakpesdam NU Lumajang Ajak Main Game Online Cerdas

oleh -
Lakpesdam NU Lumajang Ajak Main Game Online Cerdas
Ilustrasi: bermain game online

NU-LUMAJANG.OR.ID – Lumajang. Dampak Game online bagi anak anak telah mencapai titik memperihatinkan. Bahkan WHO (World Health Organization) telah mengkategorikan kecanduan game ini sebagi sakit mental. Atas fenomena itu, Lembaga Kajian Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM NU) mengajak warga Nahdliyyin agar tak kecanduan game online tersebut. Kalaa perlu, Warga NU harus cerdas dalam memanfaatkan Game Online tersebut.

“Memang Game online ini memiliki dua sisi mata uang. Bisa berdampak negatif maupun positif,” ungkap Ketua Lakpesdam NU Muhammad Farid, saat ditemui di kantornya, Komplek PCNU Lumajang, Jumat (20/19).

Laki-laki yang juga menjadi kepala program Srudi (KAPRODI) Ekonomi Islam di IAI Syarifuddin Wonorejo ini menjelaskan, Warga NU memang harus mencari segi positifnya. Terutama bagi kalangan anak-anak dan remaja.

Baca Juga:  Peringati Harlah NU, PC LDNU dan Lesbumi Gelar Ziarah Muassis NU Lumajang

“Literasi penggunaan game online menjadi sangat penting. Baik bagi orang tua, anak-anak atau steakholder lainnya. Cara ini bisa menjadi alat membendung dampak buruknya,” lanjutnya.

Tujuannya, mereka tak terjerumus dalam penggunaan game online secara negatif, misal mereka kecanduan game online. Sehingga merusak mentalnya.

“Karena harga paket data makin murah. Bahkan sejumlah fasilitas publik dan warung-warung telang terpasang dengan jaringan wifi. sehingga para gamer makin mudah memainkan game online,” tegasnya.

Baca Juga:  PC LDNU Lumajang Rayakan Isro' Mi'roj Di Perumahan Biting

Ternyata, penggunaan game online yang baik juga memiliki dampak positifnya. Selian sarana hiburan, juga sebagai adu ketangakasan. Diluar negeri, banyak perusahan-persahaan memanfaatkan para gamer ini memainkan alat-alat eletroniknya.

“Terutama para pesawat tanpa awak. perusahan-persahan swasta dalam melakukan pelatihan-pelatihan pesawat tanpa awak menggunakan para gammer tersebut,” pungkasnya.


Pewarta: Yongki Nugroho
Editor: Ahmad