Gelar Festival di Kali Asem, Lesbumi Inginkan Masyarakat Ikut Menjaga Sungai

oleh -dibaca 141 orang

Lumajang – Sebagai salah satu pemateri dialog budaya dalam rangkaian kegiatan Festival Ekologi yang dilaksanakan pada tanggal 6 – 8 September 2019 di bantaran Kali Asem Lumajang, Ketua PC Lesbumi, Budi Dermawan, mengharap masyarakat ikut menjaga kondisi dan ekosistem Kali Asem Lumajang.

Pada nu-lumajang.or.id, Budi Dermawan menyampaikan, “Keterlibatan semua komponen masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai itu sangat penting dengan caranya masing-masing, termasuk melalui festival ini”. ujarnya.

“Terselenggaranya Festival Ekologi ini merupakan trobosan yang sarat akan pesan sosial pada masyarakat bagaimana kita seharusnya berbudaya” imbuhnya.

Baca Juga:  LDNU dan LESBUMI Gelar Dzikir Budaya di Makam Sayyid Abdurrahman Situs Biting

Festival Ekologi yang diselenggarakan selama 3 hari di Bantaran Kali Asem berawal dari ide komunitas pemuda di Kelurahan Jogoyudan Kecamatan Lumajang tutur Makrus, salah satu panitia penyelenggara.

 

“Saat kami sedang ngobrol di bantaran Kali Asem, yang kami lihat kondisinya saat ini cukup memprihatinkan” ujar Makrus

“Pendangkalan sungai akibat perilaku masyarakat yang tidak sadar akan pentingnya keberadaan sungai perlu diberikan perhatian khusus, dan sungai bukanlah tempat pembuangan sampah, hingga lahirlah kegiatan ini”. Imbuhnya.

Baca Juga:  PCNU Instruksikan MWC dan Ranting sosialiskan Klinik NU

Selain menggandeng Lesbumi, juga ikut hadir dalam dialaog, PC Lakpesdam, BPBD, DKLH dan SKPD di lingkungan  Kecamatan Lumajang.

Rangkaian acara juga diisi dengan beberapa pentas seni dan budaya dari komunitas pegiat seni tradisi Lumajang “Rangkul Dulur”, Selamatan kali (doa bersama), bersih kali (Kerja Bhakti membersihkan kali asem) sebagai kampaye lingkungan sungai yang dengan dikemas pertunjukkan kesenian.

Pentas apresiasi seni juga diikuti oleh 6 komunitas Reog, diantaranya Singo Maruto, Gembong Maruto, Singo Bintang Jaya, Singo Setia Manunggal dan Singo Putra Raja.