Hipsi Lumajang Goes to Pesantren Adakan Pelatihan Pembuatan Tahu

oleh -dibaca 181 orang

Tekung – Himpunan Pengusaha Santri (HIPSI) Lumajang adakan pelatihan pembuatan Tahu di pondok Pesantren Nurul Faroh Desa Mangunsari Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang pada Jumat siang, 6 September 2019.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus Hipsi Lumajang, Ketua MWC NU Tekung,  Kapolsek, Danramil Tekung dan Pihak Kecamatan, perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Lumajang, serta kepala desa Mangunsari.

Kyai Ahmad Siyam, pengasuh pondok pesantren Nurul Faroh, mengucapkan terima kasih kepada Hipsi Lumajang karena telah memberikan ilmunya kepada santri-santri Nurul Faroh.

“Semoga usaha teman-teman Hipsi tambah lancar dan barokah karena telah memberikan ilmunya kepada Santri kami”, sambut kyai Siyam.

Ketua MWC NU Tekung menyambut baik adanya pelatihan yang telah dilakukan oleh Hipsi.

“Kami bangga terhadap Hipsi yang mendidik kader kader Muda Santri untuk jadi pengusaha. Kedepan kami minta tidak hanya pelatihan pembuatan tahu, tapi juga pelatihan ternak sapi dengan pertumbuhan yang cepat, karena peternakan sapi juga sangat tepat untuk kami yang ada di desa ini”, ujarnya.

Baca Juga:  MTs Nurul Masyitoh Borong Juara Jawa-Bali, Ketua NU Berikan Penghargaan

Ketua Hipsi Lumajang, Ma’ruf Nidhomudin, ST menjelaskan bahwa Hipsi merupakan bentukan dari Lembaga RMI PBNU yang secara otonom berjalan sendiri.

“Pelatihan yang kami lakukan di pesantren merupakan program ‘HIPSI Goes to Pesantren’. Ini sebagai langkah untuk menyiapkan pesantren agar punya produk”, jelas pengusaha property muda ini.

“Ini langkah kami untuk menyiapkan OPOP (One Pesantren One Produk) yang dicanangkan oleh Gubernur Jatim”, tambah Ma’ruf.

Hipsi berharap tidak hanya di Nurul Faroh, tapi nanti di Lumajang akan kita jadwalkan.

“Sudah ada beberapa pondok yang japri, akan kita dampingi”, timpalnya.

Pondok yang telah diberikan pelatihan akan didampingi hingga mandiri dan dievaluasi tiap tiga bulan.

Baca Juga:  Bentengi Dari Paham Wahabi, LTM NU Gencar Melakukan Pendataan Masjid NU

Di Nurul Faroh ini pelatihan yang akan diberikan adalah pelatihan pembuatan tahu yang di bimbing langsung oleh pengusaha tahu Sadar Jaya Lumajang, H. Bahril Wahda.

Selain itu juga di isi dengan materi motivasi oleh Firman Wahyudi owner Lab Persada Lumajang.

Dengan pelatihan ini, Ma’ruf berharap santri yang diberikan pelatihan bisa mandiri dan jadi santripreneur hingga dapat mengurangi pengangguran.

Ma’ruf memberikan motivasi kepada Santri bahwa santri jangan minder dalam menjadi pengusaha.

“Jangan berkecil hati, santri itu bisa menjadi pengusaha, buktinya Grand Zamzam adalah karya santri Lumajang”, sambutnya dengan penuh semangat.

“Kami berikan pelatihan disini bukan hanya teori, tapi juga minggu depan kami berikan praktek langsung di pabrik Tahu Sadar Jaya Lumajang”, pungkasnya.