MTs Nurul Masyitoh Borong Juara Jawa-Bali, Ketua NU Berikan Penghargaan

oleh -dibaca 136 orang
MTs Nurul Masyitoh Borong Juara Jawa-Bali, Ketua NU Berikan Penghargaan

Lumajang – Prestasi demi prestasi terus diukir sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTS) Nurul Masyitoh Lumajang. Kali ini, Lembaga pendidikan khusus putri ini bisa menyabet sederet prestasi Jawa-Bali. Sebagai bentuk penghargaan, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lumajang menyerahkan piala penghargaanya,di sekolah setempat, Senin (02/09/19).

Hadir dalam pemberian penghargaan ini, Ketua PCNU Lumajang, Gus Mas’ud, Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Maa’arif, para dewan guru, dan ratusan siswa. penghargaan di berikan usai melakukan upacara bersama di halaman sekolah setempat.

“Ini bentuk apresisasi PCNU Lumajang pada lembaga yang ada dibawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif. Harapannya, lembaga ini terus terpacu meningkatkan juara-juara berikutnya,” ungkapnya, usai menyerahkan penghargaan di hadapan para siswa dan dewan guru.

Baca Juga:  Thoriqul Haq: Saya Siap Menjadi Martir Nahdlatul Ulama

Karena Prestasi MTS Nurul Masyitoh ini sangat luar biasa. Dalam ajang NU Award Pengurus Wilayah (PW) Jawa timur, Lembaga ini menyabet juara dua tingkat pendidikan di Jatim. Bahkan yang terakhir, Lembaga ini juga mampu memborong delapan prestasi dalam ajang kejuaran Jawa-Bali.

“Dalam lomba asti manajemen, MTS ini menjuarai dalam cabang Tahfidzul quran, talent competition, dan banyak juara lainnya lagi. MTS Nurul Masyitoh telah mengharumkan pendidikan dibawah naungan NU,” ungkapnya menegaskan.

Baca Juga:  Kakankemenag Lumajang: Gefa, Gelem, dan Gemes

Atas segudang prestasi ini, kualitas MTS Nurul Masyitoh tak bisa diragukan lagi. Apalagi dalam pembelajaran agamanya, lembaga ini menggunakan paham Ahlussunnah Wal Jamaah An-nahdliyah.

“Sangat tepat sekali, pendidikan ini menjadi tempat pilihan belajar. Lebih-lebih bagi warga NU Lumajang. Karena selain khusus bagi perempuan ini, dalam sekolah ini juga banyak diajarkan tentang agama. karena menggunakan model pesantren,” pungkasnya. (Ahmad)