Ratusan Kyai dan Santri NU se-Lumajang Gelar Upacara Bendera Kemerdekaan di Makam Arya Wira Raja

oleh -Dibaca oleh 203 Warga NU
Berobat ke Klinik NU Lumajang

Lumajang – Kalau upacara kemerdekaan di lapangan, sawah dan gunung telah biasa. Namun tak biasa upacara yang dilakukan Ratusan Kyai dan santri Nahdlatul Ulama (NU) Lumajang.

Mereka menggelar upacara hari kemerdekaan ke-74 di makam Arya Wira Raja, di komplek situs Biting Desa Kutorenon, kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang, Sabtu (17/08/19).

Hadir dalam acara itu, ketua PCNU Lumajang Gus Mas’ud, jajaran pengurus Tanfidziah, pengurus lembaga-lembaga, Badan otonom, masyarakat Lintas Agama, dan organisasi kemahasiswaan.

Advertisements
Lazisnu Lumajang

Acara yang dimulai sejak jam tujuh pagi ini berjalan khidmat. Ketua PCNU Langsung menjadi inspektur upacara dalam rangka memperingati ke- 74 tahun kemerdekaan Republik Indonesia tersebut.

Baca Juga:  Cetak Pendekar Pena, PMII STAIBU Gelar Pelatihan Jurnalistik

Menurut ketua PCNU Lumajang, dalam sambutannya, tempat pelaksanaan upacara tahun ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. PCNU memilh di area makam Arya Wira Raja.

” Tujuan pelaksanaan di situs ini, hanya ingin mengenang para jasa pahlawan. Karena berkat Raja Arya Wira Raja ini, Kota Lumajang tua pernah jaya,” ungkapnya di depan para peserta.

Bahkan dalam catatan sejarah, Arya Wira Raja ini telah membuat peradaban pemerintah modern pada massanya. Dia bisa membangun benteng sepanjang aliran sungai Bondoyudo.

Tak kalah pentingnya, pengungkapan sejarah Situs Biting ini telah mengubah jalan sejarah persebaran Islam di Nusantara.

“Dalam penulisan ahli sejarah, kerajaan Lumajang menjadi pintu masuk persebaran pertama di pulau Jawa. Bukan berasal dari Mataram,” tambahnya.

Baca Juga:  Tingkatkan SDM, PC Fatayat NU Lumajang Gelar Latihan Kader Lanjut

Setelah upacara selesai, mereka juga melakukan ziarah pada makam Sayyid Abdurrahman, dan makam Arya Wira Raja.

” Kita mendoakan agar semua amal pendahulu, bisa diterima di sisi-Nya,” terangnya.

Bahkan di area kompleks makam ini, Mereka juga masih menggelar pembacaan tahlil dan tahmid. Semua ditujuan pada leluhur Lumajang di komplek pemakaman tersebut.

“Acara yang akan dilakukan setiap tahun ini, bisa menjadi spirit bagi warga NU maupun masyarakat Lumajang. Sehingga semangat mempertahankan NKRI tetap kokoh di dalam dada,” pungkasnya. (Arif)