Kyai Sulthon Didoakan Dibersamakan dengan Mbah Maimun Zubair

oleh -Dibaca oleh 153 Warga NU

Oleh: Moh. Mas’ud, S.Ag. M.A

Mas Sulton begitulah Saya memanggil akrab KH. Sulthon Fatoni. Beliau menjabat sebagai ketua PBNU yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Wasekjend PBNU.

Setiap kali kami ke PBNU Jakarta maka yang menjadi jujukan utama kami adalah KH sulthon Fathoni karena beliau adalah PBNU yang asli dari Lumajang.

Lazisnu Lumajang

Beliau adalah termasuk orang dekat dari KH. Said Aqil Siroj ketua PBNU. Banyak karya-karya tulis dari beliau yang telah terbit khususnya tentang Gus Dur dan Islam nusantara.

Selain itu beliau juga menjabat sebagai komisaris Sucofindo salah satu perusahaan yang ada di Jakarta.

Kontribusi beliau terhadap PCNU Lumajang juga tidak dapat kami pungkiri salah satunya adalah pengawalan terhadap Rintisan Klinik NU. Karena itu kepergian beliau bukanlah sekedar duka bagi keluarga kecilnya namun juga sebagai duka yang mendalam bagi PCNU Lumajang.

Kami benar-benar merasa kehilangan sekaligus bangga terhadab segala prestasi yang telah beliau raih. Keberangkatan jenazah beliau dari Jakarta diawali dengan shalat jenazah di Masjid An-Nahdloh yang dipimpin langsung oleh Rois am PBNU KH Miftahul Akhyar bersama segenap pengurus yang lainnya.

Sangat jarang Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bisa berkumpul lengkap dan ini terjadi pada saat penghormatan terhadap jenazah KH Sulthon Fathoni. Terhitung 12 kali jenazah beliau disalatkan di Jakarta.

Pada saat menjelang datangnya jenazah di rumah duka Kabupaten Lumajang tiba-tiba hujan gerimis turun padahal sudah sekian waktu ini tidak pernah turun hujan, semoga ini sebagai pertanda turunnya rahmat Allah SWT.

Bahkan beliau pun sempat didoakan dibersamakan dengan Mbah KH Maimun Zubair oleh para ulama yang sedang berkumpul menunaikan ibadah haji di Mekah Al Mukaromah pada saat silaturahim NU sedunia XVIII.

Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkannya diberikan ketabahan.

Penulis adalah Ketua PCNU Lumajang