Ratusan Pelayat Hantar Kyai Sulthon Fatoni Ke Makam Jogoyudan Lumajang

oleh -Dibaca oleh 174 Warga NU
Pemakaman kyai Sulthon Fathoni Ketua PBNU

Lumajang – Jenazah almarhum H. Muhammad Sulthon Fathoni tiba dari Jakarta di rumah kediaman di jalan Citarum, Suko, Jogoyudan Lumajang pada pukul 20:54, kamis 8 Agustus 2019.

Ketua PBNU ini wafat tadi dinihari pada pukul 00:30 di rumah Sakit Permata Depok Jawa Barat.

Sejumlah tokoh hadir takziyah, diantaranya Cak Thoriq, Bupati Lumajang, Ketua PCNU Gus Mas’ud beserta Jajarannya, Ketua MUI Lumajang Gus Hanif, beserta para kyai dan Tokoh lainnya.

Lazisnu Lumajang

Sebelum jenazah diberangkatkan, H. Thoriqul Haq, Bupati Lumajang menyampaikan sambutan mewakili Keluarga, Nahdlatul Ulama, dan Pemerintah.

“Saya diamanahkan, ditelpon langsung oleh Kyai Said Aqil Siradj untuk memberikan sambutan terakhir menghormat Beliau”, sambut Cak Thoriq.

“Kita tahu bersama bahwa khidmat beliau kepada NU tidak pernah lelah, bahkan hingga beliau wafat. Pengorbanan Beliau kepada Nahdlatul Ulama sudah tidak diragukan lagi,” ujar Cak Thoriq.

Kasatkorcab Banser ini juga mengajak para takziyin untuk menjadi saksi bahwa almarhum Kyai Muhammad Sulthon Fathoni adalah orang baik.

Jenazah kemudian disholatkan di Masjid Al-Huda Suko, dan diimami okeh Kyai Mahrus Ali. Kemudian diberangkatkan ke Pemakaman umum terbesar di Lumajang, pemakaman Jogoyudan dengan jalan kaki.

Ratusan pelayat, hingga Bupati Lumajang ikut mengantarkan cak Sulthon ke pemakaman Jogoyudan. Ustad Qusyairi pimpin membacakan talqin.

Dimasa hidupnya Cak Sulthon aktif sekali menulis di media nasional dan banyak karyanya yang berupa Buku. Beliau juga aktif melawan faham-faham dari organisasi terlarang HTI terutama pernyataan-pernyataan dariĀ  tokoh HTI Felix Siauw. Sehingga beliau menulis satu buku Khusus berjudul: Dear Felix Siauw. (Sim)