Gus Darwis: Menuntut Ilmu Agama Wajib Memiliki Guru

oleh -dibaca 131 orang
Gus Darwis: Menuntut Ilmu Agama Wajib Memiliki Guru

Ranuyoso – Kemudahan teknologi informasi membuat banyak orang mudah mendapatkan pengetahuan. Termasuk pengetahuan agama. Akibatnya, banyak orang paham agama cuman dari buku dan media sosial. Sehingga muncul pemahaman agama-agama baru. Pun paham ini sering bertentangan dengan Islam ahlussunah waljamaah Annahdliyah.

“Sekarang banyak orang ahli agama cuman dari baca buku dan melihat di media sosial. Bahkan dari pengetahuan baru ini, sering menganggap orang lainnya bodoh, murtad dan kafir. Karena tak sama paham agamanya,” ungkap Katib Syuriah, Gus Mohammad Darwis, saat memberikan ceramah agama di acara Haflatul Ikhtibar Lembaga pendidikan Ma’arif Hasyim Asy’ari, Wonoayu kecamatan Ranuyoso kabupaten Lumajang, Sabtu (29/06/19).

Baca Juga:  Langkah Solutif Mengatasi Depresi Santri

Di Indonesia ini sudah banyak paham Islam baru tersebut. Bahkan mereka cenderung menuju ajaran Islam radikalisme. Islam yang mengangap dirinya paling benar. Sedangkan orang lain salah.

“Ini salah satu penyebabnya, memahami agama tanpa seorang guru. Paham agama hanya dari buku dan media sosial. Ilmu agama tak bisa dipahami sendiri. Ilmu agama harus ada gurunya,” lanjutnya.

Karena Allah menurunkan agama pada manusia melalui Nabi Muhamad. Bukan langsung menurunkan Al Qur’an pada manusia.

“Ini artinya, Allah menurunkan agama melakui utusannya, Muhammad. Dari Nabi akhir zaman ini, manusia belajar tentang agama,” kilahnya.

Baca Juga:  LP Ma'arif NU Lumajang Rintis Kerjasama Internasional

Belajar agama di lingkungan Nahdatul Ulama (NU) wajib memiliki sanad yang jelas. Sehingga hirarki guru ke-ilmuannya juga jelas.

“Bukan malah belajar agama dari YouTube. Lalu, dari platform media sosial ini merasa sok paling pinter agama,” jelasnya.

Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Lumajang salah satu lembaga yang memiliki sanad kerja ilmuannnya jelas. Dari hulu sampai hilir.

“LP Ma’arif NU Hasyim Asy’ari satu satunya didirikan dibawah naungan NU Lumajang. Pasti, sanad keilmuanya jelas. Sehingga patut menjadi pilihan tempat pendidikan anak anak NU,” pungkasnya.