,

Tangkal Radikalisme, Tiongkok Haruskan Upacara Bendera Sebelum Sholat Ied

oleh -

Penulis : Laila Fakhriyatuz Zakiya

Hubei – Moment Hari raya Idul fitri menjadi pembuktian bahwa Tiongkok juga merupakan sebuah negara toleran yang beberapa pekan terakhir diterpa isu miring perihal muslim Uygur.

Di Tiongkok, umat muslim diberikan kebebasan dalam melaksanakan ibadah sholat Ied berjamaah di masjid setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa.

Salah satu upaya menangkal radikalisme berbungkus agama pemerintah Tiongkok mengharuskan upacara pengibaran bendera, Rabu (5/6)

Baca Juga:  PC Lesbumi Lumajang Juara PWNU Jatim Award 2019, Ini Program Unggulannya

“Patriotisme adalah bagian dari iman” ujar lelaki yang memiliki nama lengkap 小马哥, pinyin: xiaomage salah satu Ahong (imam masjid) di Kota Huangshi, Provinsi Hubei.

Kecintaan pada tanah air menjadi salah satu alasan kuat dibalik pengibaran bendera merah lima bintang” (五星红旗, pinyin: wǔ xīng hóng qí) tersebut.

“Upacara pengibaran bendera sebelum sholat Ied adalah untuk mengekspresikan rasa cinta tanah air dan partai yang merupakan manifestasi patriotisme serta tidak bertolak belakang dengan ajaran islam” imbuhnya.

Baca Juga:  PC SAKO Lumajang Raih juara 1 lomba Cover Sholawat

Negara menjadi kuat jika didukung dengan kebersamaan rakyat dalam menjaga keutuhan negara dan partai dengan tanpa membedakan suku, ras dan agamanya.

Bendera nasional adalah identitas negara, mewakili martabat negara, juga kebaganggaan setiap suku di Tiongkok dan ini terlihat jelas saat prosesi upacara pengibaran bendera sebelum pelaksanaan sholat Ied.