Ratusan Siswa Yayasan Muhajir Di Wisuda

oleh -dibaca 108 orang
Ratusan-Siswa-Yayasan-Muhajir-Di-Wisuda-1

Randuagung – Ratusan siswa dan siswi Yayasan Pendidikan Al-Muhajir Di Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang di Wisuda di sekolah setempat. Setelah mereka dinyatakan selesai belajarnya.

” Mereka berasal dari pendidikan Sekolah Dasar Islam (SDI), Diniyah, dan pendidikan Tahfidzul Qur’an,” Ungkap Pimpinan Yayasan Al-Muhajir, Zainul Mustofa, M.Pd.I, saat memberikan sambutan depan para wali murid, Sabtu, (27/04/19).

Acara wisuda ini juga bersamaan dengan acara ulang tahun yayasan ke 12 tahun. Benar saja, kegiatan ini berlangsung meriah.

Hadir dalam acara ini, selain ratusan wali murid, juga para undangan lainnya. Jajaran wakil ketua pengurus Cabang Nahdlatul Ulama ( PCNU) Lumajang, Pengurus Majelis Anak Cabang (MWC) NU Randuagung, Kepala Desa Ledok Tempuro, dan sejumlah tokoh masyarakat desa setempat.

Baca Juga:  Galang Koin Muktamar, Yayasan Al-Asna Kenalkan NU Sejak Dini

” Alhamdulillah, meski acara sempat diguyur hujan, acara Haflatul Imtihan ini berlangsung lancar. Semua undangan bisa hadir semua,” tuturnya.

Apalagi dalam Haflatul Ikhtibar ini, diisi dengan sejumlah kegiatan. Mulai dari seni Hadrah Al Banjari, Pagelaran Drama Kolosal Maling Kundang, hingga menampilkan kebolehan siswa-siswi berprestasi.

” Kami inginkan kegiatan ini benar-benar bisa berkesan bagi para santri maupun para undangan. Sehingga acara ini menjadi kenangan,” tambah laki-laki yang juga menjadi wakil ketua Tanfidziah NU Lumajang ini.

Baca Juga:  Peringati Harlah ke-69, PC Fatayat NU Gelar Khotmil Quran Hingga Pengajian Umum

Ratusan-Siswa-Yayasan-Muhajir-Di-Wisuda-2

Makanya, selain penampilan karya seni, acara akhir tahun ini, juga mendatangkan penceramah dari Surabaya, Kyai Zubaidi Iksan.

” Pesan dakwah dari penceramah ini, sangat menarik. Karena isinya, berkaitan dengan kehidupan masyarakat sekitar,” timpalnya.

Berbagai materi dakwah di sampaikan. Mulai dari cara mendidik Agama anak sejak dini, persiapan menyambut bukan suci Ramadan.

” Bahkan juga ajakan menjaga ukhuwah kebangsaan dan ukuwah beragama pasca pesta politik Indonesia,” tutupnya. (rif)