Kyai Syafrudin: NU Tolak Sistem Negara Khilafah

oleh -Dibaca oleh 46 Warga NU
Kyai Syafrudin: NU Tolak Sistem Negara Khilafah

Sumberejo -Banyaknya rongrongan pada konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mendapatkan perhatian dari Katib Pengurus Wilayah NU Jawa Timur, KH Syafruddin Syarif. Baginya, NU tetap berkomitemn pada NKRI. NU menolak sistem Negara Khilafah.

“NU akan terus pertahankan negara persatuan yang berasaskan Pancasila. Karena konsep NKRI ini telah final di Indonesia,” ungkapnya saat memberikan sambutan pada acara Isra’ Mi’raj dan HARLAH NU ke-96 di Kantor PCNU Lumajang, Rabu (03/04/19).

Karena Indonesai sangat beragam, mulai dari bahasa, budaya, suku maupun agamanya. Maka konsep negara lainnya tidak cocok diterapkan di Indonesia, termasuk konsep sistem negara Khilafah.

“Jangan sampai Negara Indonesia ini tepecah pecah hingga terjadi perang sipil seperti Siria,” tegasnya.

Katib PWNU Jawa timur ini meminta semua warga NU di Lumajang maupun di daerah lainnya bersatu bersama NU. Baik dalam ubudiyah maupun harokahnya. Sehingga cita islam ahlussunnah waljamaah tetap kokoh di bumi nusantara ini.

“Keberadaan paham Ahlussunnah Waljamah bisa tetap kokoh, tergantung warga NU. Jika warga NU tetap memegang pesatuan dalam tali jamiyah, insyallah NU tetap jaya di Indonesia,” tambahnya.

Maka dalam momen pesta demokrasi ini, NU tetap berkomitmen memengang Khittoh NU. NU tak pernah berpolitik praktis. NU lebih memilih politik kebangsaan. politik yang mempertahankan NKRI.

“Kami mempersilahkan bagi warga NU berpolitik parktis. Syukur -syukur masuk dalam partai politik yang benar-benar memperjuangan nilai-nilai ahlussunnah waljamah,” terangnya lagi.

Kekuatan NU yang besar, Jemaah NU yang kuat, juga harus ditopang kader-kader NU di kekuasaan. Maka kader NU dianjurkan juga merebut kekuasan dalam pesta demokrasi mendatang.

“Karena segudang emas, lebih berharga segenggam kekuasaaan. contohya, Bupati Lumajang. Toriqul Haq, bisa berjuang lebih besar jika memiliki kekuasaan,” tutupnya. (arif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *