Ketua PCNU: Arya Wiraraja, Raja Islam Pertama Di Tanah Jawa

oleh -Dibaca oleh 571 Warga NU
Makam-Arya-Wiraraja-Raja-islam-pertama-di-Tanah-Jawa

Sukodono, NU-Lumajang.or.id, – Sayyid Abdurrahman Assyaiban yang di makamkan di area cagar budaya Situs Biting, desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono , Kabupaten Lumajang, penyebar Islam pertama di tanah jawa. Hal ini sebagaimana hasil penelitian Pengurus Lesbumi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada situs sejarah makam Arya Wira Raja Lumajang.

“Dalam Atlas wali songo, Prof. Agus Suyoto menjelaskan Sayyid Abdurrahman Assyaiban ini adalah¬† penyebar Islam pertama pada kerajaan Arya Wira Raja,” ungkap ketua PCNU Lumajang, Gus Mas’ud, saat memberikan sambutan Dzikir Budaya di komplek makam situs biting, Kamis (28/02/19).

Ini membalikkan sejarah penyebaran agama Islam di pulau Jawa. Dalam buku sejarah sejarah lama, kerajaan Islam Jawa pertama di Demak.

“Hasil penelitian ini, ternyata kerajaan Islam pertama adalah kerajaan Lamajang yang rajanya Arya Wiraraja,” tambahnya di depan para jamaah.

Ini juga diperkuat, makam Arya Wira Raja menunjukkan makam Islam. Jika raja Arya Wira raja bukan muslim, sudah barang tentu jenazahnya dibakar.

“Melihat fakta sejarah itu, maka Arya Wira Raja adalah Raja Islam yang pertama di Tanah Jawa, bukan kerajaan Demak,” terangnya.

Gus Mas’ud menambahkan bahwa Arya Wiraraja ini ahli strategi, Pusat kota kerajaan Lumajang ini dikelilingi benteng dan sepanjang benteng di kelilingi oleh sungai, sehingga menyulitkan musuh untuk masuk.

“Langkah ini untuk mengahalau serangan musuh, terutama pasukan mongol pada kerajaan Lamajang. Setiap musuh yang akan menyerang, harus menyeberangi sungai,” tambahnya.

Menjadi kewajiban bagi warga NU dalam melestarikan sejarah penyebar Islam pertama ini. Tak hanya berziarah, tapi juga dengan pembacaan doa dan tahlil.

“Apalagi, komplek makam Arya Wira Raja ini, telah ditetapkan sebagai cagar Budaya,” ungkapnya.

Atas penemuan peninggalan sejarah besar ini, anugerah besar bagi kabupaten Lumajang. Terutama bila makam ini dikembangkan menjadi destinasi wisata.

“Nanti, PCNU mendorong makam Sayyid Abdurrahman ini menjadi salah satu tujuan wisata religi di Lumajang,” pungkasnya. (arif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *