LDNU dan LESBUMI Gelar Dzikir Budaya di Makam Sayyid Abdurrahman Situs Biting

oleh -Dibaca oleh 63 Warga NU
LDNU dan LESBUMI Gelar Dzikir Budaya di Makam Sayyid Abdurrahman Situs Biting

Sukodono, Nu-Lumajang.or.id – Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) dan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) menggelar Dzikir Budaya di makam Sayyid Abdurrahman Asyaiban, komplek Pemakaman Arya Wiraraja,  Situs Biting desa Kuternon, Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang, Kamis ( 28/02/19) malam.

Hadir dalam acara ini, ketua Pengurus Tanfidziah NU Lumajang, Gus Mas’ud, ketua Lesbumi, Darmawan Setiabudi, ketua LDNU, Kyai Wahid, kepala desa Kuterenon, Faisal, dan puluhan warga desa setempat.

Ketua LDNU Kyai Wahid mengatakan bahwa kegiatan ini untuk melestarikan cagar budaya makam penyebar Islam pertama di Nusantara di komplek petilasan Arya Wira Raja.

“Berbagai rangkian acara digelar. Mulai pembacaan tahlil, istigotsah juga Mauidotul Hasanah,” ungkapnya.

Acara ini merupakan program LDNU Lumajang. Rencananya, kegiatan akan dilaksanakan setiap bulan atau setiap malam Jumat Kliwon.

“Semoga banyak warga masyarakat bergabung dalam kegiatan ini. Sehingga bersama sama melestarikan cagar budaya,” sambutnya.

Pengelola kompleks makam Situs Biting, Khusnan, meyambut baik LDNU dan Lesbumi mengelar kegiatan untuk melestarikan cagar budaya ini.

“Apa yang dilakukan LDNU dan Lesbumi ini, dicatat sebagai ibadah. Sehingga menjadi pahala,” ucapnya.

Karena tradisi berziarah ke makam ini, bentuk penghormatan pada para pendahulu, terutama bagi pahlawan agama Islam di Lumajang.

Bahkan untuk komplek makam Situs Biting ini, pemerintah, mulai zaman  Alm. Bupati Syahrazad hingga sekarang  mewajibkan untuk ziarah kesini setiap perayaaan Hari Jadi Lumajang.

“Kami harap, kegiatan seperti ini tak hanya di lakukan di komplek Situs Biting. LDNU dan Lesbumi juga bisa mengelar dzikir di makam tokoh penyebar agama Islam dan pahlawan Lumajang lainnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *