Peringati Harlah NU Ke-93, MWC NU Yosowilangun Gelar Tasyakuran

oleh -dibaca 171 orang
Peringati Harlah NU Ke-93, MWC NU Yosowilangun Gelar Tasyakuran

Yosowilangun, NU-Lumajang.or.id – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Yosowilangun adakan tasyakuran Kesekretariatan baru di Jl. Sunan Kali Jaga No. 17, Yosowilangun – Lumajang, Kamis (31/01/2019) malam.

Acara ini dihadiri oleh Forkopimka Yosowilangun, Kapolsek, Denramil dan kepengurusan NU Kabupaten Lumajang mulai dari Pengurus Cabang, MWC, Ranting, dan banom-banom Nahdlatul Ulama.

Tidak hanya tasyakuran, malam keramat ini juga disakralkan dengan peringatan hari lahir NU yang ke-93 tahun. Acara ini diawali dengan pembacaan Maulid Nabi, tahlil, istighosah dan ditutup dengan makan bersama ala pesantren.

Yoni Nur Cahyo, Camat Yosowilangun menyampaikan bahwa NU tidak hanya organisasi keagamaan, melainkan juga organisasi sosial kemasyarakatan yang keberadaannya sangat dirasakan oleh masyarakat.

Baca Juga:  Ribuan Warga Nahdliyin Yosowilangun Ngaji Sejarah Santri dan Ulama

“Mari MWC NU Yosowilangun dan pemerintah Kecamatan, saling bekerja sama dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan sejahtera,” tambah  pria yang juga mengaku sebagai warga Nahdliyin ini.

Peringati Harlah NU Ke-93, MWC NU Yosowilangun Gelar Tasyakuran

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWC NU Yosowilangun,  H. Abdul Rohim menyampaikan bahwa acara ini dalam rangka mengenang kembali perjuangan para muassis NU dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Kita sebagai santri beliau wajib hukumnya menjaga warisan Aswaja An-Nahdliyah dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan,” terangnya.

Baca Juga:  Ingin Cetak Ahli Falak, LFNU Lumajang Kembali Gelar Diklat

Tak kalah pentingnya, Sekretaris PCNU Lumajang Gus Abdul Mughits Naufal, menghimbau kepada masyarakat NU khususnya di Lumajang, bahwa warga NU harus mampu berdikari, NU harus moderat, tidak radikal dan tidak lembek.

“Dalam ber-NU kita harus memegang empat prinsip yaitu tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan ta’adul (adil),” terang lelaki yang juga sebagai Ketua STAI Bustanul Ulum ini.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 jam ini (20.00-23.00 WIB) ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh Kyai Fi’il Madli (A’wan MWC NU Yosowilangun). (Ahmad Taufiq Hidayatullah)