Cek Kepastian Dua Makam Tiban, LESBUMI Gandeng Dinas Pariwisata

oleh -Dibaca oleh 92 Warga NU

Lumajang, NU-Lumajang.or.id – Lembaga Seni dan Budaya Muslim Indonesia (LESBUMI) Nahdlatul Ulama (NU) menggandengan Dinas Pariwisata Lumajang. Ini dilakukan, untuk memastikan status dua makam tiban diatas gunung Desa Penawungan Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang.

“Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Bidang Budaya. Apakah dua Makam Tiban yang ramai dikunjungi peziarah ini, benar-benar makam Wali peninggalan Kerajaan Mataram,” Ungkapnya, Dermawan Setiabudi, S.Pd, dikantornya, Rabu (23/01/19)

Lebih lanjut Guru Mandrasan Aliyah (MA) Putri Nurul Masyitoh ini, sejauh ini Tim Arkeologi Dinas Pariwisata Lumajang  telah melakukan pengecekan pada dua makam tersebut.

“Memang ada indikasi, diatas gunung itu banyak ditemukan batu bata peninggalan Kerajaan Majapahit. ada kemiripan batu bata di sekitar makam ini dengan batu bata di Situs Biting. Meski Dinas Pariwisata masih koordinasi dengan pihak Provinsi” lanjutnya.

Para peziarah terus berdatangan ke kedua makam tersebut. Mereka datang dari berbagai daerah. Apalagi, banyak warga yang memiliki kesulitan bisa terkabul, setelah berniat baik ke makam tersebut.

Baca juga: Klinik Kesehatan NU Teken MOU Bersama 3 Lembaga

“Ada orang yang memiliki hutang, bernadzar ke Gunung itu. Tak membutuhkan waktu lama,  hutangnya langsung lunas. Pun, orang sakit lumpuh bernadzar ke makam itu, langsung kakinya sembuh. Maka warga menamai Gunung Mustajab,” tambahnya.

Selain berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata, Lesbumi juga telah berkomunikasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Ranuyoso dan Pemerintah Kecamatan.

“Mengantisipasi hal yang tak di inginkan, Lesbumi terus melakukan pengawalan atas keberadaan Makam Tiban tersebut. Bahkan Pemerintah Kecamatan telah membentuk panitia pengelolaan makam,” tegasnya.

Lesbumi masih menunggu Tim Kajian Arkeologi. Guna memastikan keberadaan makam tersebut. Jika benar adanya, maka lokasi itu menjadi potensi Wisata Religi. Lesbumi akan membinanya.

“Pun sebaliknya, jika dua makam itu tak terbukti keberadaannya. Lesbumi akan meminta pada Dewan Syuriah NU Lumajang memberikan penjelasan dan penyadaran status hukum berziarah ke makam tersebut. Sehingga makam itu tak disalahgunakan,” tutupnya. (Rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *