Klinik Kesehatan NU Teken MOU Bersama 3 Lembaga

oleh -Dibaca oleh 79 Warga NU
Klinik-Kesehatan-NU-Tekan-MOU-Bersama-3-Lembaga-3

Lumajang, NU-Lumajang.or.id – Klinik Kesehatan Nahdlatul Ulama (NU) Lumajang terus melebarkan sayapnya. Kali ini, Klinik yang baru berdiri satu bulan terakhir ini, melakukan perjanjian kerjasama (MOU) dengan 3 lembaga di Aula Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuputih Kidul. Tujuannya, selain makin memperkuat keberadaan Klinik NU tersebut, juga membangun jejaring promosi.

Hadir dalam acara teken MOU ini, Kepala Dinas Kesehatan Lumajang, dr. Bayu Wibowo Ign, Kepala Puskesmas Jatiroto, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Maksum, dan Pengurus NU.

Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Lumajang, Wendra Wijaya, S.Kp. EMT-P, menjelaskan, ketiga lembaga itu, Pos Kesehatan Pesantren (POSKESTREN) Miftahul Ulum Banyuputih Kidul, Puskesmas Jatiroto dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang.

Ngaji-hikam-Lumajang

Baca juga: G-Koin Senduro dan LazisNU Berikan Bantuan Muallaf Meninggal Dunia

Klinik-Kesehatan-NU-Tekan-MOU-Bersama-3-Lembaga-1

“Untuk kerjasama dengan POSKESTREN, Klinik NU Lumajang akan melakukan pembinaan dari aspek promotif dan preventif di pondok pesantren. Sehingga pesantren makin hidup sehat. jika ada santri sakit memerlukan perawatan lanjutan, Klinik NU menjadi tujuan rujukannya,” Tambah laki laki berkaca mata tersebut.

Sedangkan Puskesmas Jatiroto, Klinik NU menjalin kerjasama dengan pasien rujukan. Pasien Puskesmas yang memerlukan pelayanan lebih lanjut, bisa dirujuk ke Klinik Kesehatan NU.

“Kita telah menjalin kerjasama dengan puskesmas. Jika pasiennya membutuhkan tempat rujukan, pasien sudah tak langsung ke rumah sakit. tapi terlebih dahulu ditangani di Klinik ini,” Lanjutnya.

Klinik NU juga menjalin kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup. Terutama dengan masalah pengelolaan sampah medis dan limbah. Harapannya, pengelolaan sampah dan limbah ini memenuhi baku mutu lingkungan.

“Nantinya, Klinik NU Lumajang bisa ramah lingkungan. Jika memungkinkan, sampah dan limbah ini diolah menjadi bahan produktif,” tutupnya. (Rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *