Gus Mas’ud: Jasad Gus Dur Bersemayam di Jombang, Tapi…

oleh -dibaca 206 orang
Gus-Masud-Jasad-Gus-Dur-Bersemayam-di-Jombang

Lumajang, NU-Lumajang.or.id – Haul KH Abdurrahman Wahid yang ke-9 dilaksanakan di berbagai tempat di seluruh Indonesia oleh berbagai elemen, termasuk di Lumajang yang di selenggarakan oleh PCNU Lumajang, Gusdurian dan PC Lesbumi Lumajang.

Acara yang bertemakan “Yang Lebih Penting Dari Politik adalah Kemanusiaan” itu diselenggarakan di Gedung NU Lumajang, jalan Musi 9, pada Sabtu, 5/1/18 dimulai dengan pembacaan tahlil dan Talkshow bersama Neng Alissa Wahid, putri pertama Gusdur.

Turut hadir dalam acara tersebut, Cak Thoriq,  Gus Aa’ (Gusdurian), Anang Ahmad Syaifuddin (Ketua DPC PKB Lumajang), lembaga-lembaga NU, Banom-banom NU dan Pecinta Gusdur Lintas Iman.

Baca Juga:  Lembaga Falakiyah NU akan Terbitkan Kalender 2019 Versi NU

Dalam Sambutannya, ketua PCNU Lumajang, Gus Mas’ud menjelaskan bahwa acara ini merupakan rangkaian acara dari beberapa acara yang dilaksanakan dalam merayakan Haul Gusdur.

“Beberapa hari yang lalu kami mengadakan ‘Ngaji Warisan Gusdur‘ yang di selenggarakan di Lorong Musi. Alhamdulillah, pesertanya yang kita perkirakan hanya 25 orang, malah yang hadir lebih dari 150 orang”, jelasnya.

Gus Mas’ud juga menyampaikan kepada Alissa Wahid yang hadir pada saat itu untuk tidak merasa sungkan hadir di Lumajang.

“Gedung NU Lumajang ini merupakan Petilasan Peninggalan Gusdur, karena beliau yang mendatangani dan meresmikan Gedung NU, jadi Neng Alissa tidak usah canggung berada disini, anggap rumah sendiri”, terang Gus Mas’ud.

Baca Juga:  Ketua PCNU Lumajang Pimpin Deklarasi Lumajang Damai

Masih menurut Gus Mas’ud, jika kita mencari sosok contoh yang sesuai dengan Al-quran dan Hadist maka Rasululloh Muhammmad adalah contohnya. Namun, jika kita mencari contoh teladan sosok Nahdlatul Ulama, maka Gusdurlah jawabannya.

“Beliau (gusdur) merupakan Khittoh Nahdliyah yang merupakan tokoh inspirasi dan cara berfikir Nahdlatul Ulama”, tutur Gus Mas’ud.

“Jasad beliau memang bersemayam di Jombang, tapi pemikiran, tapi inspirasinya, tapi ruhnya selalu hidup dalam kehidupan Nahdlatul Ulama”, tutupnya. (sim)