RMI Dipercaya Penyalur BOSDA Madin

oleh -dibaca 172 orang
RMI Dipercaya Penyalur BOSDA Madin

Lumajang – Robithoh Ma’ahid Islamiyyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) cabang Lumajang dipercaya pemerintah Lumajang menyalurkan bantuan penyelenggaraan pendidikan Diniyah dan guru swasta (BPPDGS) se-Lumajang.

Hal ini sebagaimana disampaikan Bupati Lumajang, H. Thoriqul Haq, M. ML, saat menghadiri sosialisasi penerimaan BPPDGS di kantor PC NU Lumajang (29/11/18).

Cak Thoriq, panggilan akrabnya, menyerahkan penyaluran dana bantuan ini melalui RMI NU Lumajang. Karena lembaga NU ini yang bersinggungan dengan Madrasah Diniyah.

“Kami memberikan kewenangan pada RMI menyalurkan BOSDA Madin tersebut,” sambutnya di depan pengurus NU dan para guru Madin.

Baca Juga:  Lailatul Ijtima' Kedua, PCNU Lumajang Hadirkan Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya

Karena pendidikan Diniyah juga telah ikut andil membentuk karangkter anak bangsa yang taat beragama dan berahklakul Karimah.

“Maka pemerintah harus berterima kasih pada para guru Madin yang mendidik anak-anak Lumajang menjadi berakhlak,” tambahnya.

Bahkan acara yang ini juga disertai dengan pengisian daftar perjanjian hibah daerah (NPHD) ini, bupati Lumajang, akan terus berkomitmen bekerjasama dengan RMI dan pendidikan Diniyah.

“Bantuan BOSDA ini, salah satu komitmen pemerintah Lumajang dalam memperhatikan pendidikan agama,” lanjutnya.

Baca Juga: PCNU Lumajang Kenalkan 18 Lembaga Ke MWC

Baca Juga:  Ranting Muslimat NU Purworejo Adakan Santunan Anak yatim

Semantara itu, ketua RMI, Ahmad Dzunnajah, ada sekitar 400 Madin akan menerima BOSDA tersebut, dengan besaran bervariasi. RMI berterima kasih pada pemeperintah telah memberikan amanat besar tersebut.

“Satu guru akan menangani 30 Siswa. Dalam satu semester akan mendapatkan BOSDA 4,5 juta per 30 siswa tersebut,” sambutnya.

Laki laki alumni pondok Lirboyo Kediri ini, berharap dengan bantuan ini, pendidikan Diniyah makin maju dan berkualitas.

“Yang terpenting, kini semangat madrasah Diniyah dalam meningkatkan kualitasnya, ditengah tantangan zaman yang makin kompleks,” tutupnya.