Kyai Said Aqil Siradj Kunjungi Makam Arya Wiraraja

oleh -dibaca 209 orang
Kyai Said Aqil Siradj PBNU ziarah ke situs Biting

Nu-Lumajang.or.id – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengunjungi Makam Arya Wira Raja dan petilasan Sayyid Abdurrahman di komplek cagar budaya Situs Biting desa Kuterenon, kecamatan Sukodono Lumajang.

Kyai Said, panggilan akrabnya, ingin menghormati para pendiri kota Lumajang kuno. Apalagi dalam sejarah, Sayyid Abdurrahman diduga penyebar Islam pertama di kerajaan Majapahit.

“Dalam sejarah, Sayyid Abdurrahman merupakan ulama pertama yang menyebarkan agama Islam pada zaman kerajaan Majapahit. Pada saat itu, Majapahit timur dipimpin Adipati Arya Wiraraja. Maka dapat di duga, Islam pertama dari Lumajang,” tutur kyai said Aqil saat mendatangi situs biting, Selasa (23/11/18).

Baca Juga:  Ketua PWNU Lantik Pengurus PCNU Lumajang

Lebih lanjut, pemimpin ormas terbesar di Indonesia itu, makam pendiri kota Lumajang kuno ini harus di lestarikan. Karena dengan cara ini, sejarah akan tetap terjaga.

“Petilasan ini harus mendapatkan perhatian pemerintah maupun masyarakat. Selain tempat cagar budaya, situs ini memiliki makna sejarah luar biasa bagi Lumajang maupun Nusantara,” tambahnya.

Kondisi makam di komplek situs biting, paling tidak, mendapatkan revitalisasi. Sehingga para peziarah bisa nyaman datang ke makam pendiri agama Islam pertama ini.

“Situs Biting merupakan mahakarya arsitektur kerajaan Majapahit. Maka sudah saatnya, memberikan penghargaan pada sejarah,” lanjutnya.

Baca Juga:  Alissa Wahid: Gusdur Bukan Pembela Minoritas

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, menyambut baik himbauan dari ketua PBNU tersebut. Pemerintah akan melakukan revitalisasi maupun pemugaran pada situs purbakala tersebut.

“Kita akan mengumpulkan semua pihak, untuk mengkaji semua aspek, sehingga pengembangan situs cagar budaya ini tetap lestari. Bahkan menjadi ikon sejarah Lumajang,” ujarnya.

Karena kawasan makam dan Situs Biting ini telah banyak pemukiman. Dibutuhkan komunikasi dengan semua pihak. Sehingga rencana pemeliharaan ini memberikan dampak positif bagai warga sekitar.

“Pemerintah Lumajang, akan terus melakukan komunikasi, terutama wilayah sekitar makam dan Situs Biting. Ini aset sejarah Lumajang yang harus di lestarikan,” tutupnya.