Toriqul Haq: Kita Berterima Kasih pada Presiden Jokowi

oleh -dibaca 85 orang
Apel Hari Santri Nasional Alun-Alun Lumajang

Nu-Lumajang.or.id. Hari santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober memberikan rasa bangga bagi Santri di Seluruh Indonesia.  Selain bentuk penghormatan pada jasa para santri, tanggal 22 oktober momentum sejarah resolusi jihad yang di keluarkan pendiri Nahdlatul Ulama.

Atas adanya keputusan hari santri ini, Bupati Lumajang, H. Toriqul Haq, M.ML,  mengucapkan terima kasih pada Presiden Jokowi telah menetapkan pada tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri nasional.

“Kita harus berterima kasih pada Presiden Joko Widodo. Karena presiden ini, satu satunya yang memberikan apresiasi besar pada santri. Sehingga peran santri di Nusantara ini mendapatkan pengakuan dan penghargaan,” sambutnya saat menjadi inspektur Apel akbar di Alun-Alun Lumajang, Senin (22/11/18).

Baca Juga: Puluhan Ribu Santri Ikut Apel Hari Santri

Memang sangat wajar, pemerintah pusat menghargai peran santri di bumi pertiwi ini. Peran santri sejak sebelum kemerdekaan. Hingga kemerdekan sangat besar. Namun baru pemerintah Jokowi ini, santri diakui keberadaanya.

Baca Juga:  Kenang Fatwa Resolusi Jihad, Ribuan Kader NU Padang Ikuti Pawai Ta’aruf

“Peran santri yang sangat fenomenal dalam melawan penjajahan, saat pendiri Jamiyah Nandlatul Ulama, kiyai Hasyim As’yari mengeluarkan Resolusi jihad melawan penjajah di Surabaya. Sehingga penjajah bisa hengkang dari negeri tercinta ini,” tambahnya dengan riuh tepuk tangan ribuan peserta apel.

Bahkan bupati yang merukapan keder Nahdlatul Ulama ini, juga meminta dan mengajak kepada semua santri , agar makin berperan dalam kehidup berbangsa dan bernegara. Terutama tetap berkomitmen dalam pangkuan NKRI.

“Kita dalam satu kata, bahas dan gerak melawan segala bentuk rongrongan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia, pancasila dan UUD 45. Semua upaya untuk mengganti sistem negara Indonesia harus di bumi hanguskan dari negeri tersencinta,” tambah laki-laki yang juga menjabat sebagai kepala satuan koordinator (kasatkorcab) Banser Lumajang.

Baca Juga:  Peringati Hari Santri, MWC NU Senduro Bentangkan Bendera Merah Putih Sepanjang 99,9 Meter

Pemerintah Lumajang akan terus memberikan penghargaan pada para santri, yaitu dalam ikut terlibat pembangunan di Lumajang. Pun, pemerintah berharap para santri ikut proaktif dalam percepatan pembangunan.

“Pemerintah Lumajang bersama DPRD Lumajang telah mengesahkan peraturan daerah (PERDA) madin dan pondok pesantren di Lumajang. Ini bentuk keseriusan pemerintah atas keberdaan madrasah diniah dan pondok pesantrean. Sehingga lembaga pondok pesantren harus mendapatkan perlakukan yang sama dari pemerintah,” tutupnya.